JAKARTA, Oegopost.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat kencang pada sesi pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026). Pembeli mendominasi transaksi pasar modal sejak bel perdagangan berbunyi.
IHSG hari ini tembus kembali level psikologis 5.000 hanya dalam hitungan menit. Pergerakan positif ini membawa angin segar bagi para investor domestik.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG membuka perdagangan pukul 09.00 WIB pada posisi 4.998,34. Angka tersebut mencerminkan kenaikan 1,60 persen dari posisi penutupan kemarin di level 4.919,77.
Tekanan beli terus menggelembung seiring berjalannya waktu. Pada pukul 09.03 WIB, indeks langsung meroket 2,77 persen dan menyentuh angka 5.056,12.
Dominasi zona hijau konsisten bertahan hingga memasuki menit ke-16 perdagangan. Indeks bertengger di posisi 5.055,50 atau menguat 135,75 poin (2,76 persen).
Selama rentang waktu awal tersebut, indeks bergerak aktif pada kisaran 4.995,45 hingga 5.069,91. Total nilai kapitalisasi pasar domestik melonjak hingga menembus angka Rp 8.839 triliun.
Aktivitas transaksi investor di lantai bursa berlangsung sangat bergairah. Pelaku pasar mentransaksikan sekitar 4,76 miliar lembar saham dengan nilai perputaran uang mencapai Rp 1,93 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sudah menembus 229.800 kali transaksi. Sebanyak 577 saham mencatatkan penguatan, 109 saham terkoreksi, dan 277 saham bergerak stagnan.
Indeks Utama Melesat Bersama Sektoral
Laju kencang IHSG menyeret seluruh indeks acu utama ikut beterbangan. Investor memborong berbagai saham unggulan yang masuk dalam deretan indeks papan atas.
Indeks LQ45 mencatatkan kenaikan pesat 3,11 persen menuju level 516,82. Pada saat bersamaan, Jakarta Islamic Index (JII) meroket 3,50 persen dan bertengger di posisi 291,74.
Indeks Kompas100 juga mengekor penguatan dengan melonjak 3,21 persen ke angka 652,19. Sementara itu, indeks kelompok saham syariah ISSI terangkat 2,25 persen menuju 166,81.
Kelompok saham berkapitalisasi besar IDX30 menutup jajaran penguatan indeks acuan. IDX30 melompat 2,85 persen hingga mencapai posisi 290,94.
Rupiah Tertekan dan Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Performa perkasa lantai bursa berbanding terbalik dengan posisi nilai tukar mata uang garuda. Rupiah justru melemah di hadapan dollar AS pada sesi pagi.
Data pergerakan mata uang Stockbit menunjukkan rupiah terkikis ke level Rp 18.138 per dollar AS. Angka ini menyusut 27,10 poin atau 0,15 persen ketimbang posisi penutupan sebelumnya di Rp 18.110,90 per dollar AS.
Sementara itu, bursa saham kawasan Asia Pasifik menunjukkan arah pergerakan yang variatif. Pasar keuangan regional merespons dynamics global dengan pergerakan yang terbelah.
Indeks Shanghai Composite Cina merambat naik 0,11 persen ke level 3.690,26. Hang Seng Hong Kong melonjak tajam 2,82 persen menuju posisi 24.593,36.
Bursa Australia S&P/ASX 200 ikut menguat 1,90 persen hingga menyentuh angka 9.002,20. Namun, indeks Nikkei 225 Jepang justru terhempas 0,48 persen ke posisi 61.889,34.
Tekanan paling dalam menimpa indeks Kospi Korea Selatan. Kospi anjlok 3,60 persen dan terlempar ke level 5.478,99 pada perdagangan pagi ini.(ar)









