Jakarta, Oegopost.id – Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan promo tarif perjalanan menyambut libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pemerintah memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk seluruh kereta api kelas ekonomi.
Kebijakan ini berlaku bagi masyarakat yang memesan tiket keberangkatan mulai 22 Desember 2026 sampai 4 Januari 2027. Melalui stimulus ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub menargetkan pergerakan penumpang kereta api menyentuh angka 1,04 juta orang.
Waktu layanan angkutan liburan kali ini berjalan lebih ringkas dibandingkan periode tahun lalu. Oleh karena itu, para calon pemudik dan wisatawan perlu segera mencocokkan agenda perjalanan keluarga dengan rentang tanggal promo tersebut.
Program Rame Deals Tawarkan Kursi Tambahan Murah
Selain memangkas harga tiket kelas ekonomi, operator transportasi rel ini meluncurkan program anyar bertajuk Rame Deals. Skema ini memberi potongan khusus hingga 50 persen bagi penumpang yang ingin membeli kursi tambahan (extra seat).
Keberadaan kursi ekstra memastikan area tempat duduk penumpang menjadi jauh lebih lapang tanpa kehadiran orang asing di samping. Opsi ini memberikan kenyamanan optimal, terutama saat masyarakat menempuh rute jarak jauh yang memakan waktu tempuh berjam-jam.
Meski demikian, pihak perkeretaapian tidak menerapkan program Rame Deals pada seluruh jadwal perjalanan. Perusahaan hanya membuka fasilitas ini untuk relasi tertentu dengan tingkat kepadatan penumpang yang masih memungkinkan penambahan kursi samping.
Syarat Pembelian Ketat Demi Cegah Praktik Calo
KAI saat ini sedang menuntaskan integrasi sistem pemesanan daring sebelum membuka layanan tersebut untuk umum. Manajemen memastikan tata cara pembelian tiket kursi tambahan berjalan praktis tanpa mengorbankan unsur keamanan data.
Calon pengguna jasa wajib mendaftarkan identitas resmi pemakai kursi tambahan sejak langkah pemesanan pertama. Langkah verifikasi ketat ini bertujuan menutup ruang gerak calo tiket yang berpotensi memborong kursi untuk mencari keuntungan pribadi.
Perusahaan terus menggenjot kampanye bepergian naik angkutan massal sembari meningkatkan mutu sajian kuliner di atas gerbong. Calon penumpang tinggal menantikan pengumuman resmi berkala mengenai kanal penjualan serta rute lengkap yang memperoleh jatah potongan tarif.(ar)









