Jambi, Oegopost.id – Aktivitas penanaman modal di Kota Jambi melonjak tajam sepanjang tahun 2026. Pelaku usaha terus menggelontorkan dana segar, baik untuk merintis proyek baru maupun memperluas bisnis yang sudah berjalan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi mencatat realisasi investasi Triwulan III menembus Rp896,78 miliar. Capaian ini melesat sekitar 437,06 persen jika membandingkannya dengan periode yang sama tahun 2025 yang hanya menyentuh Rp166,98 miliar.
Lonjakan tajam tersebut otomatis mengerek akumulasi modal yang masuk ke Tanah Pilih Pusako Batuah. Hingga akhir September 2026, total investasi sudah mencapai Rp1,530 triliun dan langsung mematahkan target tahunan pemerintah sebesar Rp1,509 triliun.
Kinerja Triwulan III Lampaui Target Tahunan
Pemerintah Kota Jambi sukses mengantongi 101,41 persen dari target tahunan meski kalender anggaran masih menyisakan satu triwulan penuh. Pertumbuhan pesat ini menegaskan tingginya minat investor swasta menanamkan modal di sektor perdagangan dan jasa.
Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, menyambut gembira kabar baik perekonomian daerah ini saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2026). Ia menilai percepatan ini lahir dari pembenahan layanan perizinan yang kian ringkas dan transparan.
“Pertumbuhan investasi sebesar 437,06 persen pada Triwulan III 2026 ini tidak hanya mencerminkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga menjadi indikator positif atas semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi daerah,” kata Abu Bakar.
Ia menambahkan, kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif menjadi magnet utama bagi para pemilik modal untuk terus berekspansi di Kota Jambi.
Buka Lapangan Kerja dan Awasi LKPM
Meski mencatat rekor impresif, Abu Bakar menegaskan jajarannya tidak ingin sekadar terpaku pada besaran angka di atas kertas. DPMPTSP mendorong arus investasi ini segera menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar demi menggerakkan ekonomi warga.
Guna menjaga tren positif tersebut, DPMPTSP Kota Jambi mengawal ketat kepatuhan pengusaha dalam menyetorkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) berkala. Laporan rutin ini membantu petugas memetakan perkembangan riil proyek serta menghitung kontribusi konkret tiap sektor usaha.
DPMPTSP terus menyiagakan tim pendampingan perizinan agar pelaku usaha tidak menemui kendala birokrasi di lapangan hingga akhir tahun. Langkah agresif ini memperkokoh posisi Kota Jambi sebagai magnet pusat bisnis terdepan di Provinsi Jambi.(ar)









