Rupiah Melemah Rp 17.601 , Pemerintah dan Akademisi Berbeda Sikap

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah hingga Rp17.601 per dolar AS memicu kekhawatiran kenaikan harga pangan. Akademisi menilai dampaknya serius.( Poto : Tribun Jambi.com ).

Rupiah melemah hingga Rp17.601 per dolar AS memicu kekhawatiran kenaikan harga pangan. Akademisi menilai dampaknya serius.( Poto : Tribun Jambi.com ).

Jakarta, oegopost.id – Nilai tukar Rupiah melemah Rp 17.601 dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (15/5/2026).

Mata uang Garuda melemah hingga menyentuh Rp17.601 per dolar AS, kondisi yang langsung memicu perhatian publik dan pelaku ekonomi.

Sejumlah kalangan akademisi menilai pelemahan ini tidak bisa dianggap sebagai gejolak sementara.

Mereka melihat adanya potensi dampak lanjutan terhadap harga kebutuhan pokok, terutama barang-barang yang masih bergantung pada impor.

Akademisi Ingatkan Dampak ke Harga Pangan

Guru Besar Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyoroti dampak langsung pelemahan rupiah terhadap struktur harga di dalam negeri.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku penting seperti gandum dan kedelai.

Rahma menyampaikan bahwa pelemahan rupiah mulai mendorong kenaikan biaya produksi di tingkat produsen sejak akhir April 2026. Ia menilai kondisi ini kemudian akan merambat ke harga produk konsumsi sehari-hari.

Menurutnya, komoditas seperti mi instan, roti, tahu, dan tempe berpotensi mengalami kenaikan harga karena bahan bakunya berasal dari pasar internasional.

Baca Juga :  Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Kerja Sama Keuangan Regional

Ia juga menekankan bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan rendah akan paling cepat merasakan dampaknya karena ketergantungan mereka pada pangan berbasis kedelai sebagai sumber protein murah.

Selain itu, ia memperkirakan kelas menengah juga akan menghadapi tekanan tambahan akibat meningkatnya biaya makan di luar rumah serta naiknya harga makanan olahan.

Pemerintah Menilai Ekonomi Masih Stabil

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto merespons kekhawatiran tersebut dengan pandangan yang lebih optimistis.

Saat menghadiri peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang kuat.

Prabowo menilai masyarakat tidak perlu terlalu terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar dolar.

Ia menekankan bahwa sebagian besar kebutuhan masyarakat di daerah tidak bergantung langsung pada mata uang asing.

Baca Juga :  SAH Puji Stabilitas Ekonomi Nasional Prabowo dan Daya Tahan Rupiah

Ia juga menyampaikan bahwa sektor pangan dan energi Indonesia masih berada dalam kondisi aman.

Karena itu, ia meminta publik tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia akan melemah drastis.

Indonesia Disebut Tetap Tangguh di Tengah Krisis Global

Prabowo juga menyoroti situasi ekonomi global yang menurutnya sedang menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok.

Ia menyebut sejumlah negara mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan energi dan pangan.

Namun, ia mengklaim Indonesia justru menerima peningkatan permintaan ekspor dari berbagai negara.

Komoditas seperti pupuk dan beras disebut mengalami lonjakan permintaan dari sejumlah negara, termasuk Australia, India, Filipina, Bangladesh, dan Brasil.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional.

Ia menilai ketahanan sektor riil ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional di tengah tekanan global.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas di Jambi Menguat Tipis Hari Ini, Cek Daftarnya
Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini: Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat
Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun Pulihkan Ekonomi Desa Adat Sade
Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga
Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?
Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu
Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit
Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Harga Emas di Jambi Menguat Tipis Hari Ini, Cek Daftarnya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini: Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Pertamina Salurkan 45 Alat Tenun Pulihkan Ekonomi Desa Adat Sade

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?

Berita Terbaru

Ilustrasi: Mekanik sedang memasang sistem kunci keyless pada motor bebek di sebuah bengkel modifikasi di Jakarta.(poto: AI).

Otomotif

Upgrade Keyless Motor Harian: Cara Pasang dan Risikonya

Minggu, 11 Okt 2026 - 17:02 WIB

Ilustrasi sistem keyless motor di garasi rumah, rawan dibobol jika remot berada terlalu dekat.(poto: AI).

Otomotif

Motor Keyless Tak Bisa Dibobol Kunci T, Kenapa Tetap Hilang?

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:54 WIB

Momen Marco Bezzecchi di kualifikasi MotoGP Mandalika 2026.(poto: detik.com).

Sport

Hasil MotoGP Mandalika 2026: Marco Bezzecchi Juara

Minggu, 11 Okt 2026 - 16:43 WIB