Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Jakarta, Oegopost.id – Pangsa pasar bank syariah di Indonesia baru menembus angka 7,36 persen per Juni 2026. Capaian ini bergerak lambat jika menyandingkannya dengan Malaysia yang telah melesat hingga 43 persen.

Kesenjangan angka tersebut memicu sorotan tajam. Indonesia sejatinya memegang modal demografi amat besar sebagai negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia.

Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN), Alex Sofjan Noor, membedah persoalan ini di Medan, Rabu (21/10/2026). Ia membagikan pandangannya dalam kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Akar Masalah dan Beda Strategi Dua Negara

Alex menerangkan perbedaan tajam arah pertumbuhan perbankan syariah antara Indonesia dan negeri jiran. Malaysia memacu industri finansial Islam memakai pola top-down sejak 1983. Pemerintah Malaysia langsung mengomandoi pembentukan regulasi, modal, dan ekosistem terpadu dari atas.

Langkah Indonesia justru bertolak belakang karena bermula dari pergerakan akar rumput atau bottom-up. Inisiatif murni kelompok masyarakat meluncur lebih dulu, baru kemudian menyusul payung hukum dari regulator.

Baca Juga :  Al Haris Resmi Buka Siginjai Fest 2026, Perkuat Ekonomi Syariah Jambi

Pola pertumbuhan organik ini menyisakan pekerjaan rumah yang menumpuk bagi perbankan domestik. Segelintir raksasa perbankan masih mendominasi aset perbankan syariah nasional hingga hari ini.

Jurang pemisah aset antarbank syariah lokal pun menganga cukup lebar. Bank syariah tanah air membutuhkan konsolidasi bisnis secara agresif guna mendongkrak skala usaha dan daya saing layanan.

Peran Mahasiswa dan Penguatan Disiplin Finansial

Ruang pertumbuhan industri syariah menuntut keterlibatan langsung generasi muda kampus. Namun, Alex menyoroti ketimpangan antara gaya hidup digital dan kecakapan mengelola uang saku mahasiswa.

Banyak anak muda aktif memakai aplikasi perbankan digital tanpa mengimbanginya dengan kontrol pengeluaran yang ketat. Mahasiswa perlu membiasakan diri menyusun pos anggaran bulanan, memangkas belanja konsumtif, dan menyisihkan dana darurat.

Baca Juga :  Bank Jambi Perluas Pembiayaan Produktif untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Bank BSN membuka pintu kolaborasi praktis untuk menyerap tenaga muda potensial lewat ragam kanal pelatihan. Program seperti magang umum, Magenta, serta Youth Islamic Bankers Academy siap menampung para mahasiswa.

Rektor UINSU, Nurhayati, menyambut ajakan tersebut sekaligus mengingatkan ancaman pergeseran moral kerja di era serbadigital. Kecerdasan teknologi dan wawasan bisnis tidak akan bertahan lama tanpa fondasi integritas.

Industri syariah berdiri di atas prinsip keterbukaan, kejujuran, dan asas kemaslahatan umum. Lembaga keuangan syariah bakal tumbang cepat jika pekerjanya mengabaikan nilai amanah saat menjalankan operasional harian.

Peluang karier terbuka lebar bagi mahasiswa yang mampu memadukan inovasi perbankan modern dan akhlak kerja teruji. Perpaduan kapasitas inilah yang bakal memacu penetrasi perbankan syariah nasional menuju target Indonesia Emas 2045.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya
8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak
Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat
Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor
Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif
Harga Emas di Pegadaian Naik Serentak Hari Ini, Cek Daftarnya
Harga Cabai Keriting Jakarta Anjlok Tajam, Minyakita dan Bawang Kompak Naik
Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Sentimen MSCI dan Inflasi Amerika
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:01 WIB

8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor

Berita Terbaru

Gulai Keladi.(poto: youtube Alzam UA).

Daerah

Resep Gulai Keladi Khas Kerinci yang Gurih

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:45 WIB

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Ekonomi

Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:30 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Huda, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, pada Sabtu (24/10/2026).(poto: tribratanews.jambi.polri.go.id).

Daerah

Subuh Keliling di Jambi, Kapolda Ingatkan Narkoba Vape

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:23 WIB