Bandung Dipercaya Jadi Percontohan Program Nasional untuk Majukan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program nasional Perintis Berdaya Connect untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif.( Poto : BAPURA JABAR ).

Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program nasional Perintis Berdaya Connect untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan ekonomi kreatif.( Poto : BAPURA JABAR ).

Bandung, oegopost.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat resmi menunjuk Bandung percontohan program nasional UMKM sebagai kota pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect.

Program ini menjadi langkah baru pemerintah untuk memperkuat UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, hingga pelaku usaha masyarakat melalui layanan terpadu yang terintegrasi.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan program tersebut dirancang sebagai “one stop solution” yang membantu pelaku usaha berkembang lebih cepat dan berdaya saing.

Leontinus menyampaikan pernyataan itu saat kegiatan peluncuran berlangsung di Bandung Creative Hub, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pemerintah ingin menghadirkan sistem pendampingan yang tidak hanya membantu usaha bertahan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM naik kelas.

Program Fokus pada Pelatihan, Teknologi dan Akses Pasar

Perintis Berdaya Connect memiliki beberapa pilar utama, mulai dari capacity building, akses usaha, pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Pemerintah akan mendampingi pelaku usaha dalam mendapatkan bahan baku, meningkatkan teknologi produksi, mengurus legalitas usaha, hingga memperluas pemasaran melalui sistem omnichannel.

Selain itu, program ini juga membuka akses pengurusan hak kekayaan intelektual (HAKI) agar produk lokal memiliki perlindungan hukum dan nilai tambah di pasar.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Kota Jambi Ikuti Rakernas APEKSI 2026, Serap Inovasi untuk Pemberdayaan Keluarga

Pemerintah berharap dukungan tersebut mampu meningkatkan kualitas produk UMKM sekaligus memperluas daya saingnya.

Leontinus menjelaskan, pelaku usaha yang mulai berkembang nantinya juga bisa memperoleh akses pembiayaan untuk memperbesar kapasitas bisnis mereka.

Pemerintah ingin membantu pelaku usaha yang selama ini kesulitan mendapatkan modal agar mampu memperluas produksi dan membuka peluang kerja baru.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan omzet.

Pemerintah juga melihat kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan jumlah tenaga kerja.

Strategi Pemerintah untuk Pengentasan Kemiskinan

Kemenko PM menjadikan Perintis Berdaya Connect sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sesuai amanat Perpres Nomor 8.

Pemerintah menargetkan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif.

Melalui program ini, pemerintah ingin membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pendampingan usaha, akses pasar, serta pembiayaan diharapkan mampu menciptakan lebih banyak peluang ekonomi di berbagai daerah.

Baca Juga :  MX Asia Bupati Cup 2026 di Kerinci Sukses Digelar, Ribuan Penonton Padati Sirkuit

Bandung Memiliki Potensi Ekonomi Kreatif Besar

Pemerintah memilih Bandung sebagai daerah pertama pelaksanaan program karena kota ini memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat.

Sektor kuliner, fesyen, kriya, dan pariwisata di Bandung dinilai terus berkembang dan memiliki pasar yang luas.

Leontinus menyebut karakter kreatif masyarakat Bandung menjadi modal penting dalam pengembangan usaha berbasis inovasi.

Aktivitas wisata yang ramai setiap akhir pekan juga memberi peluang besar bagi pertumbuhan UMKM lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengapresiasi langkah Kemenko PM yang menunjuk Bandung sebagai pilot project program tersebut.

Adi mengatakan Pemerintah Kota Bandung siap berkolaborasi untuk memperluas pengembangan ekonomi kreatif di berbagai subsektor.

Selain kuliner, fesyen, dan kriya, pihaknya juga ingin mendorong pertumbuhan digital media serta industri kreatif berbasis teknologi.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus menyosialisasikan program tersebut kepada para pelaku ekonomi kreatif agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari Perintis Berdaya Connect.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga
Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?
Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu
Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit
Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional
Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Langkah BI
Anggaran Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas Rp11 Triliun, DPR Buka Suara
Rupiah Rontok Rp18.000/US$, Bank Indonesia Buka Suara
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional

Berita Terbaru