Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Sentimen Pasar Tertekan Faktor Domestik dan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah melemah ke Rp17.529 per dolar AS akibat ketidakpastian data ekonomi domestik dan penguatan dolar AS di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.( Poto : KOMPAS.com ).

Rupiah melemah ke Rp17.529 per dolar AS akibat ketidakpastian data ekonomi domestik dan penguatan dolar AS di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.( Poto : KOMPAS.com ).

Jakarta, oegopost.idRupiah melemah pada perdagangan Kamis (14/5/2026) di pasar spot. Mata uang Indonesia ini turun 0,31 persen dan ditutup di level Rp17.529 per dolar Amerika Serikat (AS).

Tekanan muncul karena pasar merespons ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Data Ekonomi Domestik Picu Keraguan Pasar

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut faktor internal ikut menekan rupiah. Ia menyoroti perdebatan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026.

Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen. Namun, angka ini memicu perbedaan pandangan di kalangan ekonom dan pelaku pasar.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 17.668, Pasar Keuangan Tertekan dan BI Bersiap Ambil Langkah

Banyak pihak sebelumnya memperkirakan angka di bawah 5 persen.

Sejumlah akademisi juga melakukan riset ulang. Mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran 4,6–4,8 persen.

Perbedaan ini membuat pasar mempertanyakan akurasi data ekonomi nasional.

Pasar juga menilai kondisi sektor riil belum sejalan dengan data tersebut. Industri manufaktur masih menunjukkan pelemahan. Kondisi ini menurunkan kepercayaan investor terhadap konsistensi data ekonomi.

Penguatan Dolar AS dan Geopolitik Tambah Tekanan

Faktor eksternal juga memperburuk tekanan terhadap rupiah. Dolar AS menguat di pasar global. Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat.

Baca Juga :  SAH Puji Stabilitas Ekonomi Nasional Prabowo dan Daya Tahan Rupiah

Konflik di kawasan Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasokan energi dunia. Harga minyak ikut naik akibat risiko gangguan distribusi.

Kondisi ini membuat investor beralih ke aset aman dan meninggalkan mata uang negara berkembang.

Saran Perbaikan Sistem Rilis Data Ekonomi

Ibrahim menilai Indonesia perlu memperbaiki sistem publikasi data ekonomi. Ia menyarankan model rilis bertahap seperti di Amerika Serikat.

Data awal bisa dirilis lebih cepat, lalu diperbarui secara berkala hingga menjadi angka final.

Bank Indonesia juga dinilai perlu memperkuat koordinasi data ekonomi agar pasar lebih percaya pada informasi yang dirilis.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAH Puji Stabilitas Ekonomi Nasional Prabowo dan Daya Tahan Rupiah
Pemkab Merangin Salurkan 1.174 Ton Beras untuk Puluhan Ribu Penerima Manfaat
Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi
BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital
Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:45 WIB

SAH Puji Stabilitas Ekonomi Nasional Prabowo dan Daya Tahan Rupiah

Rabu, 9 September 2026 - 16:04 WIB

Pemkab Merangin Salurkan 1.174 Ton Beras untuk Puluhan Ribu Penerima Manfaat

Sabtu, 5 September 2026 - 11:45 WIB

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Berita Terbaru