China, oegopost.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungan kerja ke China dengan tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026).
Lawatan tersebut berlangsung hingga Jumat (15/5/2026) dan langsung menarik perhatian dunia internasional.
Trump mendarat di Bandara Internasional Beijing menggunakan pesawat Air Force One.
Pemerintah China menggelar penyambutan resmi dengan pasukan kehormatan dan ratusan pelajar sekolah.
Sebanyak 300 anak sekolah berdiri di sepanjang karpet merah sambil mengibarkan bendera kecil Amerika Serikat dan China.
Mereka menyambut rombongan Presiden AS dengan tertib di area bandara.
Wakil Presiden China Han Zheng hadir langsung dalam penyambutan tersebut.
Duta Besar China untuk Amerika Serikat Xie Feng dan Wakil Menteri Luar Negeri Ma Zhaoxu juga ikut menyambut Trump bersama jajaran pejabat lainnya.
Trump tidak berhenti untuk memberikan komentar kepada media.
Ia langsung memasuki kendaraan resmi bersama delegasi Amerika Serikat dan menuju hotel tempat rombongan menginap selama berada di Beijing.
Trump dan Xi Jinping Fokus Bahas Isu Global
Presiden China Xi Jinping menjadwalkan pertemuan bilateral dengan Trump pada Kamis (14/5/2026) dan Jumat (15/5/2026).
Kedua pemimpin akan membahas sejumlah isu internasional yang saat ini memengaruhi stabilitas global.
Sebelum berangkat ke Beijing, Trump menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum penting bagi dua negara besar dunia.
Ia menegaskan posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan militer utama dunia dan menempatkan China sebagai negara dengan kekuatan terbesar kedua.
Trump dan Xi Jinping akan membicarakan perkembangan konflik Iran, situasi Taiwan, hingga persaingan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pemerintah kedua negara juga berupaya memperkuat komunikasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Pertemuan AS-China Jadi Sorotan Internasional
Banyak negara menaruh perhatian besar pada pertemuan Trump dan Xi Jinping. Hubungan Amerika Serikat dan China terus memengaruhi kondisi ekonomi, keamanan, dan politik internasional.
Selama beberapa tahun terakhir, kedua negara beberapa kali menghadapi ketegangan terkait perdagangan, teknologi, dan kawasan Indo-Pasifik.
Karena itu, banyak pihak berharap pertemuan di Beijing mampu membuka peluang kerja sama baru sekaligus mengurangi potensi konflik di masa mendatang.
Kunjungan Trump juga memperlihatkan upaya kedua negara menjaga jalur diplomasi tetap terbuka di tengah persaingan global yang semakin ketat.(ar)









