Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026 dengan dukungan belanja pemerintah, konsumsi domestik, dan stabilitas kebijakan fiskal serta moneter.( Poto : CNN Indonesia ).

Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada 2026 dengan dukungan belanja pemerintah, konsumsi domestik, dan stabilitas kebijakan fiskal serta moneter.( Poto : CNN Indonesia ).

Jakarta, oegopost.id– PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan ekonomi RI tumbuh 5,2 persen pada 2026.

Proyeksi ini muncul dengan asumsi pemerintah mampu mempercepat belanja negara dan menjaga stabilitas inflasi. Bank Mandiri menilai kedua faktor itu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menjelaskan bahwa pertumbuhan di atas 5 persen masih mungkin terjadi.

Namun, pemerintah perlu menjaga kebijakan subsidi energi agar tidak menekan daya beli masyarakat. Ia menekankan bahwa kenaikan harga bahan bakar bersubsidi dapat menurunkan laju pertumbuhan.

Konsumsi dan Program Pemerintah Dorong Ekonomi

Bank Mandiri mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga dan percepatan program pemerintah.

Baca Juga :  RUPST Bank Mandiri 2026: Pemegang Saham Ubah Struktur Komisaris dan Pertegas Arah Direksi

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ikut meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan kuartal II 2026 berada di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen.

Angka ini sedikit lebih rendah karena faktor musiman setelah Ramadan dan Idulfitri. Ketidakpastian global juga ikut memengaruhi laju ekonomi.

Sinergi Kebijakan Jaga Stabilitas

Bank Mandiri menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter sangat penting. Pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan terus bekerja sama menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Harga Pangan Jambi Stabil Usai Kenaikan BBM Nonsubsidi, Pemprov Pastikan Pasokan Aman

Bank Indonesia juga melakukan intervensi nilai tukar untuk menahan tekanan rupiah. Langkah ini membantu menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah gejolak global.

Konflik Amerika Serikat dan Iran juga mendorong kenaikan harga minyak dunia, tetapi dampaknya masih bisa dikelola.

Sektor Perbankan Tetap Kuat

Sektor perbankan Indonesia menunjukkan kinerja yang solid. Kredit tumbuh 9,49 persen dan dana pihak ketiga meningkat 13,55 persen. Likuiditas perbankan tetap terjaga dengan baik.

Bank Mandiri mencatat kinerja lebih tinggi dari rata-rata industri. Kredit naik 17,4 persen secara tahunan. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp15,4 triliun. Rasio keuangan bank tetap kuat dan stabil.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga
Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?
Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu
Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit
Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional
Penyebab Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Langkah BI
Anggaran Subsidi Energi APBN 2027 Dipangkas Rp11 Triliun, DPR Buka Suara
Rupiah Rontok Rp18.000/US$, Bank Indonesia Buka Suara
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Mengapa Sektor Industri Jambi Tetap Jadi Primadona di Pasar Ekspor Dunia?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Bantuan Subsidi Upah 2026 Cair, Pekerja Terima Total Rp900 Ribu

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Inflasi Jambi Tembus 2,97 Persen: Daya Beli Petani Naik, Kelas Menengah Terhimpit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Pasokan Menipis, Harga Cabai di Bungo Meroket Tajam di Pasar Tradisional

Berita Terbaru