Jambi, oegopost.id – Petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi memantau ketat kondisi calon haji asal Kabupaten Kerinci, Ashari Ilyas (66), yang saat ini menjalani observasi di Klinik Asrama Haji Jambi.
Tim medis menduga ia mengalami gangguan jantung dan memiliki riwayat asma.
Petugas kesehatan segera memindahkan Ashari ke ruang klinik setelah ia mengeluhkan sesak napas.
Langkah ini dilakukan agar ia mendapatkan istirahat penuh dan pengawasan medis yang lebih intensif.
Tim medis juga menilai lingkungan kamar asrama yang dihuni beberapa orang tidak mendukung pemulihan kondisi pasien.
Pelaksana tugas Kepala BKK Kelas II Jambi, Dewi Julia Arta Simanjuntak, menjelaskan bahwa tim kesehatan langsung menangani keluhan yang muncul dan terus memantau kondisi pasien.
Ia menegaskan bahwa pihaknya menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk memastikan kondisi Ashari tetap stabil sebelum keberangkatan haji.
Pengawasan Medis Menjelang Keberangkatan
Tim kesehatan memberikan perawatan rutin dan terus mengamati perkembangan kondisi Ashari di ruang klinik.
Petugas juga menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter spesialis.
Dewi menyampaikan bahwa BKK Jambi mengutamakan keselamatan jemaah dengan memastikan setiap calon haji memenuhi syarat kesehatan atau istitha’ah.
Ia menambahkan bahwa tim medis terus memberikan perhatian khusus kepada jemaah yang memiliki risiko kesehatan.
Kondisi Kloter Haji Jambi Relatif Stabil
BKK Jambi mencatat sebagian besar jemaah dalam Kloter 19 berada dalam kondisi sehat dan siap berangkat.
Tim juga menangani satu calon haji dari Kloter 13 yang sebelumnya tertunda karena mengalami demensia berat.
Petugas kemudian mengatur agar calon haji tersebut bergabung dengan Kloter 19 yang akan berangkat pada Selasa (12/5).
BKK Jambi juga mengerahkan 55 petugas gabungan dari berbagai instansi kesehatan untuk mengawasi kondisi seluruh jemaah secara menyeluruh.(ar)









