Jambi, oegopost.id – Ekonomian Provinsi Jambi pada Triwulan I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat di berbagai sektor usaha.
Sejumlah lapangan usaha strategis mencatat peningkatan signifikan dan mendorong stabilitas ekonomi daerah pada awal tahun 2026.
Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Jambi.
Selain itu, sektor perdagangan, jasa, hingga informasi dan komunikasi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertanian Masih Mendominasi Ekonomi Jambi
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat sektor pertanian menyumbang distribusi terbesar terhadap struktur ekonomi daerah, yakni mencapai 34,02 persen.
Sektor pertambangan berada di posisi kedua dengan kontribusi 14,60 persen, sedangkan sektor perdagangan menyumbang 13,47 persen.
Tidak hanya memberi kontribusi besar terhadap perekonomian, sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 6,94 persen secara year on year (y-on-y).
Sementara sektor pertanian tumbuh sebesar 5,12 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Jambi masih bergerak stabil, terutama pada sektor utama yang selama ini menjadi penopang ekonomi daerah.
Sektor Energi dan Digital Tumbuh Paling Tinggi
Pada Triwulan I-2026, sektor pengadaan listrik dan gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Jambi.
Sektor ini tumbuh hingga 13,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, sektor informasi dan komunikasi juga mengalami peningkatan cukup tajam sebesar 13,19 persen.
Pertumbuhan ini menunjukkan penggunaan layanan digital dan komunikasi terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas usaha dan kebutuhan masyarakat.
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum ikut mencatat pertumbuhan positif sebesar 11,29 persen.
Kondisi tersebut menandakan sektor pariwisata, kuliner, dan layanan penginapan mulai bergerak lebih aktif pada awal tahun 2026.
Beberapa sektor lain juga menunjukkan kinerja positif, seperti transportasi dan pergudangan yang tumbuh 7,46 persen, jasa lainnya 8,81 persen, jasa keuangan 6,19 persen, serta jasa perusahaan sebesar 5,92 persen.
Namun, sektor konstruksi menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi. Pada Triwulan I-2026, sektor ini tercatat tumbuh minus 1,72 persen.
BPS Sebut Aktivitas Ekonomi Daerah Masih Kuat
Ketua Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan pertumbuhan ekonomi pada awal 2026 menunjukkan penguatan di sejumlah sektor usaha utama.
Menurutnya, sektor pertanian dan perdagangan masih menjadi fondasi penting bagi perekonomian masyarakat Jambi.
Selain itu, sektor jasa serta informasi dan komunikasi juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Aidil Adha menjelaskan tingginya pertumbuhan sektor pengadaan listrik dan gas menunjukkan kebutuhan energi masyarakat dan pelaku usaha terus meningkat.
Kondisi itu mencerminkan aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi yang masih berjalan baik di berbagai sektor ekonomi.
Ia menilai pertumbuhan positif tersebut menjadi sinyal bahwa ekonomi Provinsi Jambi masih berada dalam kondisi stabil meski beberapa sektor menghadapi tantangan.(ar)









