Jambi, oegopost.id – Tim kesehatan dari Balai Karantina Kesehatan Kelas II Jambi memperketat pemeriksaan calon jemaah haji asal Provinsi Jambi menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Mereka bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Jambi untuk memastikan semua jemaah dalam kondisi sehat.
Pelaksana Tugas Kepala BKK Kelas II Jambi, Dewi Julia, mengatakan pihaknya menurunkan 55 petugas untuk mendukung layanan Embarkasi Haji Antara Jambi.
Tim ini melakukan pemeriksaan, pemantauan, dan pendampingan kesehatan jemaah secara langsung.
Petugas melakukan seluruh pemeriksaan di Asrama Haji Jambi. Lokasi ini menjadi pusat layanan kesehatan dan transit jemaah dari Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh, dan Muaro Jambi.
Hasil Pemeriksaan Kesehatan Jemaah
Petugas menemukan satu jemaah Kloter 13 tidak memenuhi syarat terbang karena mengalami demensia berat.
Satu jemaah lain sempat dirawat di Batam, tetapi kini sudah pulih dan siap berangkat bersama Kloter 19.
Tim medis juga masih memantau satu jemaah lansia asal Kerinci. Jemaah ini mengalami gangguan jantung, sesak napas, dan memiliki riwayat asma. Petugas merawatnya di klinik Asrama Haji Jambi.
Dewi Julia meminta jemaah menjaga kondisi fisik sebelum berangkat. Ia menyarankan jemaah cukup istirahat, makan teratur, dan membawa obat pribadi.
Langkah ini penting agar jemaah mampu menjalankan ibadah dengan baik di Arab Saudi.
Dukungan Kementerian Agama
Pihak Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan keberangkatan jemaah tetap berjalan sesuai jadwal. Dua jemaah Kloter 13 sempat tertunda keberangkatannya.
Irawati tidak lolos pemeriksaan karena demensia berat. Syamsuddin sudah pulih setelah sempat sakit di Batam dan kini siap berangkat bersama Kloter 19.
Pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat hingga hari keberangkatan untuk menjaga keselamatan seluruh jemaah.(ar)









