Bali, oegopost.id – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan RS Adhyaksa Bali di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.
Proyek RS Adhyaksa Bali menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan modern bagi masyarakat Bali bagian barat dan wilayah sekitarnya.
Keberadaan rumah sakit ini akan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan medis yang lebih cepat, lengkap, dan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar.
Selain itu, proyek tersebut juga mendukung pemerataan fasilitas kesehatan nasional yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
Hutama Karya menjalankan pembangunan rumah sakit tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung infrastruktur kesehatan nasional.
Perusahaan menargetkan proyek berjalan sesuai jadwal agar masyarakat segera memanfaatkan fasilitas kesehatan baru itu.
Rumah Sakit Tipe C dengan Kapasitas 100 Tempat Tidur
RS Adhyaksa Bali hadir sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 100 tempat tidur. Tim proyek merancang bangunan rumah sakit dengan luas mencapai 16.528,2 meter persegi yang terdiri atas empat lantai utama, satu lantai atap, dan satu semi-basement.
Manajemen rumah sakit nantinya menyediakan berbagai layanan medis modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Layanan tersebut meliputi rawat jalan, Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, laboratorium, radiologi, farmasi, hingga fasilitas penunjang operasional lainnya.
Kehadiran fasilitas tersebut akan memperkuat layanan kesehatan di Kabupaten Jembrana. Selain itu, masyarakat Bali barat juga bisa memperoleh layanan medis yang lebih dekat dan efisien.
Rumah sakit ini juga berpotensi mengurangi antrean pasien di fasilitas kesehatan lain di Bali.
Karena itu, pemerintah dan pihak terkait berharap RS Adhyaksa Bali mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Pembangunan Struktur Awal Terus Berjalan
Hutama Karya terus melanjutkan pembangunan rumah sakit sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan.
Saat ini, tim proyek fokus mengerjakan pekerjaan borepile sebagai pondasi utama bangunan.
Selain itu, pekerja juga mulai menyelesaikan pekerjaan pilecap dan tie beam untuk memperkuat struktur dasar rumah sakit.
Tahapan tersebut memegang peran penting karena menentukan kekuatan bangunan dalam jangka panjang.
Perusahaan terus mengawasi seluruh proses pembangunan agar setiap pekerjaan memenuhi standar kualitas konstruksi.
Dengan pengawasan tersebut, Hutama Karya ingin memastikan proyek berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi.
Hutama Karya Padukan Arsitektur Bali dan Konsep Modern
Hutama Karya menghadirkan konsep Neo Vernakular dalam desain RS Adhyaksa Bali. Konsep tersebut memadukan unsur arsitektur khas Bali dengan standar rumah sakit modern.
Tim desain menggunakan elemen fasad bernuansa lokal untuk memperkuat identitas budaya Bali pada bangunan rumah sakit.
Selain itu, mereka juga memilih material alami agar tampilan bangunan terlihat lebih harmonis dengan lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, tim proyek juga mengatur zoning ruangan secara terstruktur. Mereka membagi area rumah sakit menjadi zona publik, semi publik, privat, dan servis agar aktivitas pelayanan berjalan lebih nyaman dan tertata.
Konsep tersebut membuat RS Adhyaksa Bali tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga menghadirkan nilai budaya lokal dalam desain bangunan modern.
Gunakan Teknologi BIM dan CDE
Untuk menjaga kualitas pembangunan, Hutama Karya memanfaatkan teknologi Building Information Modeling (BIM) dan Common Data Environment (CDE).
Teknologi BIM membantu tim proyek mengatur proses perencanaan, pengawasan, dan koordinasi konstruksi secara lebih akurat.
Sementara itu, sistem CDE mempermudah pengelolaan data proyek agar seluruh informasi terintegrasi dengan baik.
Melalui penerapan teknologi tersebut, Hutama Karya dapat meningkatkan efisiensi pekerjaan sekaligus meminimalkan risiko kesalahan teknis di lapangan.
Selain mengerjakan struktur bangunan utama, perusahaan juga menangani pekerjaan arsitektur, façade, landscape, hingga utilitas kawasan rumah sakit secara menyeluruh.
Proyek Buka Peluang Ekonomi bagi Warga Lokal
Pembangunan RS Adhyaksa Bali juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hutama Karya melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan proyek tersebut.
Selain itu, perusahaan turut membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha dan UMKM pendukung proyek.
Kehadiran proyek berskala besar itu pun ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Jembrana.
Pelaku usaha kuliner, jasa transportasi, penyedia material bangunan, hingga sektor perdagangan lokal berpotensi merasakan dampak positif dari aktivitas pembangunan rumah sakit tersebut.
Karena itu, proyek RS Adhyaksa Bali tidak hanya memberi manfaat pada sektor kesehatan, tetapi juga membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Hutama Karya Tekankan Standar QHSSE
Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menegaskan bahwa perusahaan terus menjaga kualitas pembangunan proyek tersebut.
“Kami memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar mutu serta mengedepankan penerapan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE) secara konsisten agar proyek dapat berjalan dengan aman, berkualitas, dan sesuai jadwal,” ujar Hamdani.
Hutama Karya menerapkan standar QHSSE untuk menjaga keselamatan pekerja, kualitas proyek, keamanan lingkungan kerja, serta keberlanjutan proyek dalam jangka panjang.
Diharapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Baru
RS Adhyaksa Bali diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan baru di Bali bagian barat. Kehadiran rumah sakit ini juga akan mempercepat akses pelayanan medis bagi masyarakat Jembrana dan wilayah penyangga lainnya.
Dengan fasilitas modern, kapasitas yang memadai, dan dukungan teknologi konstruksi terkini, rumah sakit tersebut berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan nasional.
Pembangunan RS Adhyaksa Bali juga menunjukkan keseriusan Hutama Karya dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.(ar)









