Bulog Salurkan 240 Ribu Ton Beras SPHP untuk Menjaga Stabilitas Harga Pangan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran beras SPHP Bulog mencapai 240 ribu ton di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman.( Poto : istimewa ).

Penyaluran beras SPHP Bulog mencapai 240 ribu ton di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman.( Poto : istimewa ).

Jakarta, oegopost.id – Perusahaan Umum Perum Bulog mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh wilayah Indonesia.

Hingga Senin, 18 Mei 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 240.000 ton beras untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan tetap tersedia di pasar.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengalirkan beras SPHP secara bertahap agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah tetap terpenuhi tanpa hambatan distribusi.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak untuk Kelancaran Distribusi

Bulog menggandeng Polri melalui Satgas Pangan, pemerintah daerah, distributor, koperasi, dan pelaku usaha pangan untuk memperlancar distribusi beras SPHP.

Setiap pihak berperan mengawasi alur distribusi, memastikan stok sampai ke masyarakat, serta mencegah terjadinya penyimpangan harga di lapangan.

Penyaluran Melalui Jalur Distribusi Resmi

Bulog menyalurkan beras SPHP melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, dan Gerakan Pangan Murah.

Baca Juga :  Pelaporan SPT 2026 Tembus 11,1 Juta

Jalur ini memudahkan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau di berbagai wilayah.

Bulog juga mengirimkan stok ke seluruh daerah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku dan Papua untuk menjaga pemerataan pasokan.

Tujuan Utama Program SPHP

Pemerintah menjalankan program SPHP untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

Bulog berperan aktif menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar harga tidak melonjak di pasar.

Program ini juga membantu menjaga daya beli masyarakat serta mengurangi tekanan inflasi dari sektor pangan, khususnya komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok utama.

Pengawasan Harga Sesuai Ketentuan HET

Bulog menetapkan harga beras SPHP sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di setiap wilayah.

Baca Juga :  Pemkab Merangin Serahkan 2,6 Hektare Lahan ke Bulog

Di Zona 1 seperti Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, harga mencapai Rp12.500 per kilogram.

Di Zona 2 yang meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel, Kalimantan, dan NTT, harga berada di Rp13.100 per kilogram.

Sementara itu, Zona 3 yang mencakup Maluku dan Papua menetapkan harga Rp13.500 per kilogram.

Bulog bersama Satgas Pangan melakukan pengawasan ketat agar pedagang tetap mematuhi ketentuan harga dan tidak melakukan praktik penimbunan.

Dampak Penyaluran terhadap Stabilitas Pangan Nasional

Penyaluran 240.000 ton beras SPHP membantu menjaga ketersediaan pangan di berbagai daerah dan menstabilkan harga di pasar.

Pemerintah mengarahkan seluruh distribusi agar berjalan merata sehingga tidak terjadi kekurangan pasokan di wilayah tertentu.

Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat distribusi dan menjaga keterjangkauan harga beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Letjen Iwan Setiawan, Penakluk Everest yang Kini Jabat Pangkostrad
Pemerintah dan DPR Umumkan Perpres Ojek Online Terbaru untuk Lindungi Pengemudi
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru, Batasi PKWT dan Larang Tahan Ijazah
MK Gelar Sidang Putusan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran Malam Ini
Profil Nanang Hendarno Dirut Baru Telkom Pengganti Dian Siswarini
Kinerja Pengawasan DPR Menghadapi Dominasi Koalisi Gemuk
Karakteristik Sesar Waikabubak Pemicu Gempa Sumba Barat Daya Magnitudo 5,9
HUT ke-81 TNI Digelar, Kawasan Mabes Cilangkap Berpotensi Padat Pagi Ini
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Pemerintah dan DPR Umumkan Perpres Ojek Online Terbaru untuk Lindungi Pengemudi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:18 WIB

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru, Batasi PKWT dan Larang Tahan Ijazah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:56 WIB

MK Gelar Sidang Putusan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran Malam Ini

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Profil Nanang Hendarno Dirut Baru Telkom Pengganti Dian Siswarini

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kinerja Pengawasan DPR Menghadapi Dominasi Koalisi Gemuk

Berita Terbaru

Ilustrasi Pegadaian.(poto: istimewa).

Ekonomi

Pegadaian Luncurkan Gadai Bebas Sewa Modal Tanpa Bunga

Kamis, 8 Okt 2026 - 13:37 WIB