GPCI Desak Pemerintah Indonesia Bertindak Cepat Bebaskan WNI di Kapal Kemanusiaan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto.( Poto : KOMPAS.COM ).

Presiden RI Prabowo Subianto.( Poto : KOMPAS.COM ).

Jakarta, oegopost.id – Pembebasan WNI misi Gaza menjadi sorotan setelah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) meminta pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah diplomatik untuk membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

GPCI menilai pemerintah perlu menggerakkan seluruh instrumen negara, termasuk kementerian terkait serta perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri, agar proses pembebasan WNI berlangsung cepat dan terkoordinasi.

Kronologi Penahanan Kapal di Laut Internasional

Pasukan Israel menghentikan laju kapal-kapal Global Sumud Flotilla saat rombongan itu bergerak menuju Gaza. GPCI melaporkan pasukan Israel mengintersepsi sekitar 40 kapal dalam operasi tersebut.

Aparat Israel kemudian menahan 332 aktivis kemanusiaan dan jurnalis dari berbagai negara. Dari jumlah itu, sembilan WNI ikut terdampak, terdiri atas lima aktivis kemanusiaan dan empat jurnalis.

Baca Juga :  Korban Terseret Ombak di Pantai Ampenan Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Insiden itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga Selasa pagi, pihak Israel masih menahan para aktivis dan jurnalis tersebut.

Peristiwa berlangsung di jalur pelayaran internasional menuju Gaza, di kawasan konflik yang melibatkan Israel dalam pengawasan wilayah laut sekitar.

Desakan Tindakan Diplomatik Indonesia

Ketua GPCI, Juwaini, mendesak pemerintah Indonesia segera bertindak melalui jalur diplomasi. Ia meminta Kementerian Luar Negeri mengoordinasikan seluruh perwakilan diplomatik agar aktif memperjuangkan pembebasan WNI.

Ia menegaskan waktu sangat menentukan keselamatan para WNI yang kini berada dalam penahanan. Karena itu, ia meminta pemerintah mempercepat langkah diplomatik tanpa penundaan.

Dukungan Lembaga Negara

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyatakan dukungan agar pemerintah Indonesia bergerak cepat melindungi WNI.

Baca Juga :  29 Narapidana High Risk Jambi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ia mendorong negara menjalankan kewajiban konstitusional untuk menjaga keselamatan warga di luar negeri.

Ia juga menilai aparat Israel melanggar hukum internasional karena menahan kapal di wilayah perairan internasional dan menghalangi misi kemanusiaan.

GPCI menjelaskan bahwa Global Sumud Flotilla berangkat untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Namun, pasukan Israel menghentikan seluruh rombongan sebelum mencapai tujuan.

Tindakan tersebut membuat para peserta kehilangan kebebasan bergerak dan menghentikan seluruh rangkaian misi kemanusiaan.

Kesimpulan

Kasus penahanan WNI dalam Global Sumud Flotilla menuntut respons cepat pemerintah Indonesia dalam jalur diplomasi internasional.

GPCI dan berbagai pihak meminta pemerintah memperkuat langkah perlindungan agar seluruh WNI segera kembali dengan aman.

Laporan ini merujuk pada pemberitaan Kompas yang terus memantau perkembangan situasi di wilayah konflik tersebut.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hutama Karya Perkuat Operasi Microsleep Cegah Kecelakaan Tol
Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan ke Pemerintah
Ombudsman Soroti Maladministrasi Layanan Imigrasi WNA, Desak Perbaikan Sistem Pengaduan di Imipas
Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Ini Rincian Penerima PNS, TNI, Polri hingga PPPK
Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot dari Jabatan
Indomaret Tutup Sementara di Sejumlah Daerah, Warganet Soroti Penyebabnya
Kemnaker Buka 24 Kejuruan Vokasi Tahap 2, Pendaftaran Dibuka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:00 WIB

Hutama Karya Perkuat Operasi Microsleep Cegah Kecelakaan Tol

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:51 WIB

Royalti Karya Jurnalistik Dinilai Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:59 WIB

Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Hari Ini, Bawa 5 Tuntutan ke Pemerintah

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:00 WIB

Ombudsman Soroti Maladministrasi Layanan Imigrasi WNA, Desak Perbaikan Sistem Pengaduan di Imipas

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:00 WIB

Gaji ke-13 Cair Rp15,2 Triliun, Ini Rincian Penerima PNS, TNI, Polri hingga PPPK

Berita Terbaru