Jakarta, oegopost.id – Perum Bulog mengusulkan pemanfaatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 5,37 juta ton untuk dijadikan tunjangan beras ASN, TNI, dan Polri.
Usulan ini muncul sebagai langkah strategis untuk mempercepat distribusi sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan gagasan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta.
Ia menilai pemerintah perlu membuka jalur distribusi baru agar stok beras terserap lebih optimal.
Skema Distribusi Baru untuk Tekan Penumpukan Stok
Bulog merancang dua jalur utama distribusi beras, yakni pasar umum dan pasar khusus. Untuk pasar umum, Bulog mengusulkan penyaluran hingga 4,3 juta ton per tahun.
Dari jumlah itu, Bulog mengarahkan sekitar 2,8 juta ton untuk kebutuhan ASN, TNI, dan anggota Polri dalam bentuk natura atau tunjangan beras.
Selain itu, Bulog juga mendorong penyaluran beras untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 1,5 juta ton per tahun. Hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan sekitar 1 juta ton untuk program tersebut.
Bantuan Pangan Diperluas hingga 2026
Untuk jalur pasar khusus, Bulog mengajukan tambahan penyaluran bantuan pangan sebanyak 1,3 juta ton melalui empat kali alokasi. Dengan skema itu, total bantuan pangan pada 2026 diproyeksikan mencapai 1,9 juta ton.
Rizal menjelaskan bahwa Bulog merencanakan penyaluran bantuan pangan pada Agustus hingga November 2026. Program ini menyasar sekitar 33,5 juta penerima berdasarkan data alokasi Februari 2026.
Realisasi Penyaluran Beras Bulog
Selain rencana baru, Bulog juga mencatat capaian penyaluran berbagai program hingga saat ini. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 235.815 ton.
Bulog juga menyalurkan bantuan pangan sebanyak 216.808 ton. Sementara itu, penyaluran untuk bencana alam dan keadaan darurat mencapai 11.295 ton, dan golongan anggaran sebesar 29.064 ton.
Untuk program MBG, Bulog telah menyalurkan sekitar 1 juta ton beras. Di sisi lain, penyaluran ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih berada pada angka 233 ton.
Dorongan Percepat Distribusi di Tengah Stok Melimpah
Rizal menegaskan bahwa usulan tunjangan beras ASN TNI Polri bertujuan mempercepat distribusi sekaligus menjaga keseimbangan stok nasional.
Ia menilai langkah ini dapat mengurangi tekanan gudang dan membantu menjaga stabilitas harga di pasar.
Bulog juga mendorong pemerintah segera membahas usulan tersebut agar pengelolaan stok beras nasional berjalan lebih efisien.
Dengan berbagai skema distribusi yang diajukan, Bulog berharap penyerapan beras tetap optimal di tengah kondisi stok yang tinggi.(ar)









