Pengakuan Masyarakat Hukum Adat, Kanwil Kemenkum Jambi Evaluasi 10 Perda

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi menggelar Rapat Focus Group Discussion (FGD) secara hibrida dari Aula Kanwil Kemenkum Jambi dan saluran Zoom Meeting pada Rabu, 16 September 2026.(poto: jambilink.id).

Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi menggelar Rapat Focus Group Discussion (FGD) secara hibrida dari Aula Kanwil Kemenkum Jambi dan saluran Zoom Meeting pada Rabu, 16 September 2026.(poto: jambilink.id).

Jambi, oegopost.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi menggelar Rapat Focus Group Discussion (FGD) untuk mempercepat pengakuan masyarakat hukum adat melalui analisis dan evaluasi Peraturan Daerah Tahun 2026. Forum strategis ini berlangsung secara hibrida dari Aula Kanwil Kemenkum Jambi dan saluran Zoom Meeting pada Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan mendalam tersebut menghadirkan jajaran penting, mulai dari pejabat BPHN, akademisi Universitas Jambi, hingga tokoh Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi. Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi, perwakilan DPRD, hingga jajaran Bapemperda kabupaten turut berdiskusi secara intensif.

Kepala Divisi P3H Kanwil Kemenkum Jambi, Dina Rasmalita, membuka acara sembari menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa FGD ini memfokuskan kajian pada 10 Peraturan Daerah yang mengatur keberadaan dan perlindungan hak ulayat di Bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.

Langkah evaluasi ini menjadi semakin krusial mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP telah berlaku secara efektif sejak 2 Januari 2026. Penyesuaian aturan daerah diperlukan agar hak pengelolaan lingkungan adat tetap terjaga di tengah dinamika hukum nasional modern.

Penerapan Enam Dimensi Evaluasi Regulasi Daerah Jambi

Ketua Tim Pokja Analisis dan Evaluasi, Dr. Bustaruddin, memaparkan hasil kajian yang telah berjalan matang sejak Maret 2026. Evaluasi menyasar Perda di tingkat Provinsi Jambi serta lima kabupaten, yakni Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, dan Batang Hari.

Baca Juga :  Polres Bungo Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Pinjaman di Merangin

Penilaian mengacu pada Pedoman Evaluasi Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum Nomor PHN-HN.01.03-07 dengan membedah enam dimensi utama. Tim menemukan bahwa secara umum kesepuluh aturan daerah tersebut masih sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Meski demikian, tim penilai mencatat beberapa kelemahan mendasar, seperti kekurangjelasan batasan norma serta minimnya aturan operasional di lapangan. Permasalahan tata kelola data dan kebutuhan digitalisasi regulasi juga menjadi sorotan penting yang harus segera dibenahi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pokja merekomendasikan konsolidasi pengaturan kelembagaan adat melalui pendekatan omnibus law daerah. Strategi ini diyakini mampu menyederhanakan regulasi sekaligus menghindari tumpang tindih aturan antarwilayah.

Perwakilan Tim Pembina Wilayah BPHN, Widya Oesman, menekankan pentingnya evaluasi berkala demi mencegah terjadinya hiperregulasi di daerah. Ia meminta agar rekomendasi normatif maupun non-normatif segera disampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti secara nyata.

Integrasi Hukum Adat Melayu Dalam Sistem KUHP

Akademisi Universitas Jambi, Prof. Dr. Syamsir, memberikan sudut pandang akademis dengan menggunakan teori Sociological Jurisprudence. Ia menjelaskan bahwa KUHP baru memberikan ruang terbuka bagi pengakuan living law yang sejalan dengan kebiasaan adat Melayu Jambi.

Baca Juga :  Polda Jambi Tangkap 8 Pelaku Perdagangan BBM Ilegal dan Amankan 22,8 Ton Minyak

Namun, integrasi norma tidak tertulis ini masih menghadapi tantangan serius, terutama potensi multitafsir dan benturan dengan hak asasi manusia. Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat menjadi kunci utama dalam merumuskan aturan yang harmonis dan berkeadilan.

Sesi diskusi berlangsung hangat dengan membedah berbagai problem teknis yang dihadapi masyarakat adat di tingkat kabupaten. Ketua LAM Kabupaten Bungo, Tomroni Ali, menyuarakan pentingnya penguatan peran tokoh adat dalam menyelesaikan perkara lokal.

Sementara itu, Ketua LAM Kabupaten Tebo, Datuk Dr. Azri, menyoroti belum adanya Perda khusus yang melindungi Suku Anak Dalam (SAD). Ia mengusulkan pembentukan tim lintas sektor untuk menyusun Naskah Akademik Perda Hukum Adat tingkat provinsi.

FGD tersebut akhirnya menyepakati penguatan Perda Provinsi Jambi sebagai umbrella act untuk menata fungsi penyelesaian perkara adat. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum yang kokoh tanpa mengesampingkan prinsip restorative justice.

Dina Rasmalita menutup rangkaian kegiatan dengan menegaskan komitmen Kementerian Hukum untuk terus mengawal hasil rekomendasi FGD. Sinergi lintas lembaga akan menjadi fondasi utama dalam menghadirkan regulasi daerah yang responsif dan berpihak pada masyarakat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Bersaksi di PN Jaktim, Siap Tunjukkan Ijazah Asli UGM
Mengenal Rekam Jejak dan Fakta Karier Listyo Sigit Prabowo
Listyo Sigit Tersangka Sadap Prabowo, 3 Jenderal Resmi Ditahan
Kemenhut Jerat Dua Korporasi Karhutla, Satu Milik Singapura
MA Kabulkan Gugatan Suket Ijazah SMA Gibran
Korupsi DPRD Merangin: Kejati Sita 2 Mobil Hybrid dan Emas
Polisi Tangkap 8 Penyerang Mako Polres Merangin
Polda Jambi Sita 3,5 Kg Emas Ilegal dan Jerat 71 Tersangka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:20 WIB

Jokowi Bersaksi di PN Jaktim, Siap Tunjukkan Ijazah Asli UGM

Rabu, 4 November 2026 - 15:14 WIB

Mengenal Rekam Jejak dan Fakta Karier Listyo Sigit Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 07:04 WIB

Listyo Sigit Tersangka Sadap Prabowo, 3 Jenderal Resmi Ditahan

Minggu, 1 November 2026 - 09:38 WIB

Kemenhut Jerat Dua Korporasi Karhutla, Satu Milik Singapura

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:30 WIB

MA Kabulkan Gugatan Suket Ijazah SMA Gibran

Berita Terbaru

Ilustrasi Suasana toko resmi Xiaomi Indonesia yang menampilkan jajaran HP Xiaomi, Redmi, dan Poco dengan harga terbaru (7/11/2026).(poto: AI).

Gadget

Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco November 2026

Sabtu, 7 Nov 2026 - 15:31 WIB

Pameran smartphone Q3-2026 dengan layar data pendapatan Apple 50% & Samsung 19% di tengah turunnya pengiriman unit.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Pasar Ponsel Turun, Apple dan Samsung Justru Panen Pendapatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 15:26 WIB

Infografis peta prakiraan cuaca 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk Jumat, 6 November.(poto: AI).

Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ringan di Jambi 6 November

Jumat, 6 Nov 2026 - 09:49 WIB