Jambi, oegopost.id – Anggota Komisi V DPR RI dari Daerah Pemilihan Jambi Edi Purwanto mendorong pemerintah memberikan bantuan rumah khusus kebakaran bagi warga terpengaruh musibah di daerahnya. Ia meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memprioritaskan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat insiden besar.
Maraknya musibah kebakaran di Provinsi Jambi membutuhkan perhatian serius dan langkah nyata dari pemerintah pusat. Banyak warga kini tidak lagi memiliki hunian yang layak untuk mereka tinggali sehari-hari.
Saat ini musibah kebakaran melahap hampir 500 rumah warga yang tersebar di wilayah Jambi. Edi Purwanto memantau langsung salah satu desa yang mencatatkan 14 unit rumah habis terbakar dalam satu peristiwa.
Frekuensi insiden kebakaran di Jambi belakangan ini melonjak tinggi dan terjadi hampir setiap hari. Kota Jambi juga mencatatkan musibah kebakaran rumah warga pada Sabtu malam lalu.
Pemerintah Perlu Prioritaskan Korban Kebakaran Banyak Rumah
Edi Purwanto mengusulkan agar korban yang terdampak kebakaran massal mendapatkan akses program perumahan negara. Ia menyarankan agar bantuan prioritas diberikan untuk peristiwa yang menghanguskan lebih dari 10 unit rumah.
Skema bantuan Rumah Khusus sangat penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta kehidupan sosial warga terdampak. Pemerintah pusat harus segera memitigasi kondisi darurat ini agar warga tidak telantar dalam waktu lama.
Selain bencana kebakaran, Edi Purwanto juga menyoroti masalah tingginya biaya pembangunan rumah di wilayah terpencil Jambi. Kecamatan Batang Asai di Kabupaten Sarolangun menjadi contoh area yang menghadapi tantangan berat aksesibilitas material bangunan.
Jarak tempuh dari pusat ibu kota kabupaten menuju Kecamatan Batang Asai membutuhkan waktu hingga tujuh jam perjalanan darat. Kondisi jalan yang sulit membuat harga semen membubung tinggi hingga mencapai Rp165 ribu per sak.
Pemerintah Harus Memperhitungkan Biaya Logistik Pembangunan Daerah
Pemerintah pusat wajib memperhitungkan komponen biaya logistik dalam menetapkan anggaran program pembangunan Rumah Khusus. Kebutuhan dana pembangunan perumahan di daerah terisolasi tidak bisa disamakan begitu saja dengan wilayah berakses mudah.
Edi Purwanto mendorong kementerian terkait berkoordinasi langsung bersama balai perumahan di kawasan timur Indonesia. Ia menyarankan agar standar anggaran rumah khusus di Batang Asai disesuaikan layaknya wilayah Maluku yang mencapai Rp28 juta per unit.
Tingginya harga bahan bangunan di kawasan terpencil mengancam keberlangsungan program pembangunan perumahan rakyat. Pemerintah perlu menghadirkan solusi konkret dan adil agar seluruh warga negara mendapat hak hunian layak.(ar)









