Tebo, oegopost.id – Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia menggelar FASI XVIII Kabupaten Tebo pada Sabtu (19/9/2026). Perhelatan tahunan ini menjadi sarana utama pembentukan karakter generasi muda Islam di wilayah tersebut.
Selain itu, kegiatan bernuansa keagamaan ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mengasah bakat sejak usia dini. Oleh karena itu, pengurus organisasi merancang acara tersebut guna memperkuat fondasi moral anak-anak secara berkelanjutan.
Ketua Panitia FASI XVIII Ion Andika, S.Pd.I hadir langsung mengawal jalannya seluruh rangkaian acara. Di samping itu, Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Tebo Mardi Sufni, S.H., M.H. turut mendampingi pembukaan kegiatan tersebut.
Selanjutnya, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Tebo Drs. H. Lukman, M.Pd.I ikut menyaksikan pembukaan agenda rutin ini. Sementara itu, unsur Forkopimda bersama jajaran tamu undangan juga memenuhi lokasi perhelatan keagamaan tersebut.
Maka dari itu, panitia pelaksana menegaskan komitmen mereka dalam menjalankan agenda pembinaan anak-anak secara konsisten. Sebab, mereka memandang kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Mengenai hal tersebut, Ion Andika berharap seluruh tahapan perlombaan dapat berjalan lancar hingga akhir acara. Bahkan, ia meyakini kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh peserta.
“Semoga kegiatan FASI tahun ini berjalan dengan lancar dan sukses. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat bagi pembinaan generasi muda Islam di Kabupaten Tebo,” ujar Ion Andika.
Seirama dengan hal itu, pengurus BKPRMI menegaskan bahwa ajang ini memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kompetisi. Lantaran, mereka memfokuskan kegiatan ini sebagai proses pencarian potensi tersembunyi anak-anak Tebo.
Bahkan, Mardi Sufni menyebut perhelatan ini sebagai langkah nyata menjaring calon pemimpin bermoral tinggi. Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen mendampingi tumbuh kembang anak-anak dalam mempelajari ilmu keagamaan.
“Melalui kegiatan ini, kita akan mencari bibit-bibit generasi yang Islami di Kabupaten Tebo tercinta ini. Harapannya, anak-anak kita dapat berkembang, meningkatkan kemampuan dan menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia,” ungkap Mardi Sufni.
Penjaringan Bibit Muda Islami Melalui Ajang FASI XVIII
Di sisi lain, Kementerian Agama memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi jajaran pengurus BKPRMI Tebo. Sebab, lembaga pemerintah ini menilai pembinaan keagamaan berperan vital dalam membangun kualitas daerah.
Selanjutnya, Drs. H. Lukman menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi dalam membina mental anak-anak. Karena itu, ia menekankan bahwa dukungan penuh dari semua pihak akan mempercepat pencapaian tujuan pembinaan.
“Program-program yang dilakukan oleh BKPRMI ini sangat mengangkat harkat dan martabat Kabupaten Tebo. Anak-anak kita merupakan penerus generasi Islami yang perlu terus dibina dan diberikan dukungan agar tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” sebutnya.
Disamping itu, pihak Kemenag meyakini ajang ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak saat tampil di depan umum. Maka, penyelenggara menyusun berbagai cabang lomba untuk menguji pemahaman agama para peserta.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anak-anak menerima bimbingan langsung agar memiliki benteng moral yang kokoh.
Oleh karena itu, perwakilan Kemenag berharap kegiatan ini dapat melahirkan lulusan terbaik yang mampu menginspirasi lingkungan sekitar. Lagipula, prestasi akademik dan keagamaan harus berjalan seimbang demi mencetak SDM unggul.
Maka dari itu, penyelenggara terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pendidikan Al-Qur’an. Sebab, sinergi antara orang tua dan lembaga keagamaan menjadi kunci keberhasilan pembinaan ini.
“Melalui pelaksanaan FASI XVIII Tahun 2026 ini, di harapkan lahir generasi muda Kabupaten Tebo yang tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.(ar)









