Bungo, oegopost.id – Gubernur Jambi Al Haris memerintahkan Pemerintah Kabupaten Bungo untuk segera mempercepat pendataan kerugian akibat longsor yang melanda Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal.
Longsor tersebut menimbun satu rumah warga dan menewaskan dua orang, sementara satu warga lainnya mengalami luka berat.
Al Haris menegaskan pemerintah daerah harus memprioritaskan penyelamatan warga dan penanganan korban di lokasi kejadian.
Ia menilai tim gabungan bersama masyarakat telah bergerak cepat dalam proses evakuasi sehingga penanganan awal berjalan efektif.
“Yang utama tentu pertolongan terhadap korban dan keselamatan masyarakat di sana,” ujarnya.
Pemkab Diminta Fokus Data Kerugian dan Bantuan Warga
Setelah proses evakuasi berlangsung, Al Haris meminta Pemkab Bungo segera mengumpulkan data kerugian secara lengkap.
Ia juga menekankan pentingnya pemerintah daerah menyalurkan bantuan kepada keluarga korban tanpa menunggu waktu lama.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Jambi siap memberikan dukungan tambahan setelah menerima laporan resmi dari daerah terdampak.
Namun, ia menegaskan pemerintah kabupaten harus tetap menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana.
“Pemprov akan berkoordinasi jika diperlukan bantuan, tetapi Pemkab harus bergerak cepat agar penanganan tidak terlambat,” katanya.
Kronologi Longsor di Empelu
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bungo pada Rabu (13/5) siang memicu longsor di Kelurahan Empelu.
Material tanah dari lereng kemudian menimpa satu rumah warga dan menyebabkan kerusakan parah di bagian dapur.
Seorang warga bernama Suryani (40) mengalami patah kaki setelah tertimpa material longsor.
Petugas segera mengevakuasi korban dan membawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dua anak dalam keluarga tersebut juga menjadi korban dalam peristiwa itu. Revita (10), pelajar kelas 4 SD, meninggal dunia di lokasi saat proses evakuasi berlangsung.
Adiknya, Arya (5), sempat mendapatkan perawatan di RSUD Muara Bungo setelah petugas mengevakuasi dalam kondisi kritis, namun tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Tim Gabungan Perkuat Evakuasi dan Pantauan Lokasi
Tim gabungan dari berbagai unsur pemerintah dan masyarakat mengerahkan tiga unit alat berat untuk membuka akses menuju lokasi dan mempercepat proses evakuasi.
Petugas juga memperluas area pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Hingga saat ini, petugas terus memantau kondisi tanah di sekitar lokasi longsor.
Mereka mengantisipasi potensi longsor susulan karena curah hujan di wilayah tersebut masih tinggi.(ar)









