Jambi, oegopost.id – Badan Pusat Statistik (Badan Pusat Statistik) mencatat perubahan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi pada Februari 2026.
Data menunjukkan jumlah penduduk usia kerja meningkat, tetapi partisipasi tenaga kerja justru melemah.
BPS Provinsi Jambi merilis data ketenagakerjaan yang mencakup penduduk usia kerja, angkatan kerja, pekerja, pengangguran, dan penduduk bukan angkatan kerja di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Periode dan Lokasi Pengamatan
BPS membandingkan data Februari 2026 dengan Februari 2025 untuk melihat perkembangan tahunan di Provinsi Jambi, wilayah yang memiliki sektor ekonomi utama seperti perkebunan, perdagangan, dan jasa.
Jumlah penduduk usia kerja di Jambi naik menjadi 2,85 juta orang pada Februari 2026.
Angka ini bertambah 40,99 ribu orang atau tumbuh 1,46 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bertambahnya jumlah penduduk usia produktif di daerah tersebut.
Penurunan Angkatan Kerja dan Pekerja
Angkatan kerja di Jambi turun menjadi 1,87 juta orang, berkurang 12,94 ribu orang dibanding Februari 2025.
Penurunan ini menunjukkan lebih banyak penduduk usia kerja tidak masuk ke pasar tenaga kerja.
Jumlah penduduk bekerja juga turun menjadi 1,80 juta orang. Kondisi ini menggambarkan perlambatan penyerapan tenaga kerja di Jambi, meskipun penurunannya tergolong kecil.
Penurunan Pengangguran
Jumlah pengangguran di Jambi turun menjadi 70 ribu orang pada Februari 2026.
Angka ini lebih rendah 9,86 ribu orang atau turun 11,67 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 80 ribu orang. Penurunan ini menunjukkan sebagian pencari kerja berhasil memperoleh pekerjaan.
BPS mencatat kenaikan jumlah penduduk bukan angkatan kerja menjadi 980 ribu orang. Jumlah ini bertambah 53,93 ribu orang atau naik 5,84 persen daripada tahun sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan lebih banyak penduduk memilih tidak bekerja atau tidak mencari pekerjaan.
Penurunan TPAK
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jambi turun menjadi 65,69 persen pada Februari 2026. Angka ini lebih rendah 1,42 persen poin jika di lihat pada tahun sebelumnya yakni 67,11 persen.
TPAK laki-laki turun tipis menjadi 85,21 persen dari 85,43 persen. Sementara itu, TPAK perempuan turun lebih besar menjadi 45,61 persen dari 48,22 persen, menunjukkan penurunan partisipasi perempuan lebih signifikan.
Kesimpulan
Data ketenagakerjaan menunjukkan Provinsi Jambi mengalami kenaikan jumlah penduduk usia kerja, tetapi partisipasi tenaga kerja justru menurun.
Meski demikian, penurunan pengangguran menunjukkan pasar kerja masih menyerap tenaga kerja, walaupun dengan tingkat partisipasi yang lebih rendah.(ar)









