Farhan Beberkan Masalah 1.500 Penyapu Jalan, Akui Kinerja Belum Maksimal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kinerja penyapu jalan belum efektif. Dedi Mulyadi soroti 1.500 petugas tak berdampak signifikan.( Poto : Liputan6.com/Arya Prakasa)

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui kinerja penyapu jalan belum efektif. Dedi Mulyadi soroti 1.500 petugas tak berdampak signifikan.( Poto : Liputan6.com/Arya Prakasa)

Bandung, oegopost.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap kondisi sebenarnya terkait kinerja ribuan petugas penyapu jalan setelah mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Farhan menyatakan, keberadaan sekitar 1.500 petugas kebersihan belum mampu mendorong perubahan signifikan terhadap kebersihan Kota Bandung. Ia menilai sistem pengawasan yang masih manual menjadi salah satu penyebab utama lemahnya kinerja di lapangan.

Farhan mengaku telah berdiskusi langsung dengan Dedi untuk membahas persoalan tersebut. Dari pembicaraan itu, ia kemudian turun langsung untuk mengumpulkan bukti kondisi nyata di lapangan.

Hasilnya, Farhan menemukan berbagai persoalan mendasar. Ia melihat kedisiplinan petugas masih rendah dan pola kerja belum berjalan efektif.

Pemkot Bandung sempat menguji kondisi ini melalui program “Anu Sasapu Bandung” pada 19 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, camat dan lurah menyebar di puluhan titik untuk memantau langsung aktivitas penyapu jalan. Dari pengamatan itu, Farhan melihat banyak petugas tidak datang sesuai jadwal. Sejumlah area bahkan belum bersih meski waktu kerja sudah berjalan cukup lama.

Baca Juga :  Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama

Ia menegaskan, kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kerja saat ini tidak berjalan optimal dan perlu perbaikan menyeluruh. Untuk memperbaiki situasi, Farhan menyiapkan langkah konkret. Pemkot Bandung akan membagi jam kerja petugas dalam beberapa shift agar distribusi tugas lebih merata. Selain itu, pemerintah akan menerapkan sistem pemantauan berbasis aplikasi untuk memastikan setiap petugas benar-benar bekerja di lapangan.

Farhan juga membuka kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna memperkuat penanganan kebersihan kota. Ia memastikan pengawasan akan berjalan lebih ketat ke depan.

Dedi Mulyadi Pertanyakan Keberadaan Ribuan Petugas

Sebelumnya, Dedi Mulyadi menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi kebersihan Kota Bandung. Ia menilai jumlah penyapu jalan yang mencapai 1.500 orang seharusnya mampu membuat kota terlihat jauh lebih rapi.

Baca Juga :  Daftar Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 di 5 Provinsi: DKI Jakarta hingga Bali Beri Keringanan

Namun, ia justru tidak melihat kehadiran mereka secara nyata di lapangan. Karena itu, Dedi menduga ada petugas yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Menurut perhitungannya, setiap petugas hanya perlu menangani area sekitar 300 meter. Dengan beban kerja tersebut, ia yakin hasil kerja seharusnya terlihat jelas.

Untuk mempercepat perbaikan, Pemprov Jawa Barat menyiapkan tambahan 100 petugas kebersihan yang akan langsung diturunkan ke Kota Bandung. Dedi juga berencana mengambil alih sebagian pengelolaan kebersihan, terutama di ruas jalan provinsi dan beberapa titik strategis di kota. Ia menargetkan kondisi Bandung akan membaik dalam waktu dekat.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisasi Belanja APBD Kota Jambi Hampir 50 Persen, Maulana Dorong OPD Percepat Serapan Anggaran
Maulana Targetkan APBD Kota Jambi 2026 Tembus Rp2,2 Triliun Lewat Optimalisasi PAD
Tiga Besar JPT Pemprov Jambi 2026 Diumumkan, Ini Daftar Lengkap Peserta dan Nilainya
Lelang Jabatan Delapan Kepala OPD Sungai Penuh Belum Terjadwal, Pemkot Masih Tunggu Pansel
Wakil Bupati Bungo Lantik 37 Pejabat, Perkuat Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik
Pembangunan RSUD Bukit Tengah Kerinci Dimulai, Al Haris Targetkan Beroperasi pada 2027
Dishub Kota Sungai Penuh Siapkan Aturan Parkir Baru, Targetkan PAD Meningkat dan Lalu Lintas Lebih Tertib
Gubernur Jambi Kukuhkan Zulherizal sebagai Kepala BPKP Jambi, Tekankan Penguatan Pengawasan Keuangan Daerah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:00 WIB

Realisasi Belanja APBD Kota Jambi Hampir 50 Persen, Maulana Dorong OPD Percepat Serapan Anggaran

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:00 WIB

Maulana Targetkan APBD Kota Jambi 2026 Tembus Rp2,2 Triliun Lewat Optimalisasi PAD

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:17 WIB

Tiga Besar JPT Pemprov Jambi 2026 Diumumkan, Ini Daftar Lengkap Peserta dan Nilainya

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Lelang Jabatan Delapan Kepala OPD Sungai Penuh Belum Terjadwal, Pemkot Masih Tunggu Pansel

Senin, 6 Juli 2026 - 20:29 WIB

Wakil Bupati Bungo Lantik 37 Pejabat, Perkuat Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru

Sepanjang Mei 2026, Provinsi Jambi membukukan nilai ekspor sebesar US$194,72 juta. Nilai itu turun 5,27 persen dari US$205,55 juta pada April 2026.( ilustrasi poto : istimewa)

Bisnis

Ekspor Batu Bara Jambi Anjlok 81,78 Persen hingga Mei 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 21:00 WIB