Bandung, oegopost.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap kondisi sebenarnya terkait kinerja ribuan petugas penyapu jalan setelah mendapat sorotan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Farhan menyatakan, keberadaan sekitar 1.500 petugas kebersihan belum mampu mendorong perubahan signifikan terhadap kebersihan Kota Bandung. Ia menilai sistem pengawasan yang masih manual menjadi salah satu penyebab utama lemahnya kinerja di lapangan.
Farhan mengaku telah berdiskusi langsung dengan Dedi untuk membahas persoalan tersebut. Dari pembicaraan itu, ia kemudian turun langsung untuk mengumpulkan bukti kondisi nyata di lapangan.
Hasilnya, Farhan menemukan berbagai persoalan mendasar. Ia melihat kedisiplinan petugas masih rendah dan pola kerja belum berjalan efektif.
Pemkot Bandung sempat menguji kondisi ini melalui program “Anu Sasapu Bandung” pada 19 April 2026. Dalam kegiatan tersebut, camat dan lurah menyebar di puluhan titik untuk memantau langsung aktivitas penyapu jalan. Dari pengamatan itu, Farhan melihat banyak petugas tidak datang sesuai jadwal. Sejumlah area bahkan belum bersih meski waktu kerja sudah berjalan cukup lama.
Ia menegaskan, kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kerja saat ini tidak berjalan optimal dan perlu perbaikan menyeluruh. Untuk memperbaiki situasi, Farhan menyiapkan langkah konkret. Pemkot Bandung akan membagi jam kerja petugas dalam beberapa shift agar distribusi tugas lebih merata. Selain itu, pemerintah akan menerapkan sistem pemantauan berbasis aplikasi untuk memastikan setiap petugas benar-benar bekerja di lapangan.
Farhan juga membuka kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna memperkuat penanganan kebersihan kota. Ia memastikan pengawasan akan berjalan lebih ketat ke depan.
Dedi Mulyadi Pertanyakan Keberadaan Ribuan Petugas
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi kebersihan Kota Bandung. Ia menilai jumlah penyapu jalan yang mencapai 1.500 orang seharusnya mampu membuat kota terlihat jauh lebih rapi.
Namun, ia justru tidak melihat kehadiran mereka secara nyata di lapangan. Karena itu, Dedi menduga ada petugas yang tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Menurut perhitungannya, setiap petugas hanya perlu menangani area sekitar 300 meter. Dengan beban kerja tersebut, ia yakin hasil kerja seharusnya terlihat jelas.
Untuk mempercepat perbaikan, Pemprov Jawa Barat menyiapkan tambahan 100 petugas kebersihan yang akan langsung diturunkan ke Kota Bandung. Dedi juga berencana mengambil alih sebagian pengelolaan kebersihan, terutama di ruas jalan provinsi dan beberapa titik strategis di kota. Ia menargetkan kondisi Bandung akan membaik dalam waktu dekat.***









