Riau, oegopost.id – PTPN IV PalmCo atasi banjir Siak menjadi langkah nyata perusahaan perkebunan negara dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan banjir yang sudah bertahun-tahun melanda sejumlah desa di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau.
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan senilai Rp200 juta untuk normalisasi kanal sepanjang 5 kilometer di wilayah terdampak.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengerukan saluran air, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang selama ini terganggu akibat banjir musiman.
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan warga setempat. Mereka berharap pengerjaan kanal mampu mengurangi genangan air yang selama empat tahun terakhir terus menghantui kawasan permukiman dan perkebunan warga.
Normalisasi Kanal Jadi Solusi Konkret
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo Regional III Provinsi Riau menggandeng Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Siak untuk menjalankan program normalisasi kanal tersebut.
Pengerukan dan pembersihan saluran air dilakukan di empat desa, yakni Desa Buana Makmur, Suka Mulia, Pangkalan Makmur, dan Dayun. Selama ini, kanal di wilayah tersebut mengalami penyempitan akibat sedimentasi dan minim perawatan.
Akibatnya, aliran air tidak berjalan optimal ketika curah hujan meningkat. Kondisi itu memicu banjir yang merendam permukiman warga, kebun, hingga akses jalan penghubung antardesa.
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perkebunan dan pertanian.
Warga kerap kesulitan membawa hasil kebun karena jalan tergenang air. Anak-anak juga mengalami hambatan saat berangkat sekolah ketika debit air meningkat.
Karena itu, normalisasi kanal dinilai menjadi solusi yang paling mendesak untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
PTPN IV PalmCo Fokus pada Dampak Jangka Panjang
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan perusahaan tidak ingin tinggal diam melihat kondisi masyarakat yang terus terdampak banjir setiap tahun.
Menurutnya, perusahaan harus hadir memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, terutama di wilayah operasional perusahaan.
“PTPN IV Regional III ingin hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat. Melalui normalisasi kanal ini, kami berharap aliran air kembali lancar sehingga risiko banjir yang selama ini terjadi dapat berkurang secara signifikan,” kata Bambang Budi Santoso di Siak, Selasa.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan sosial seremonial. Sebaliknya, perusahaan ingin menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, PTPN IV PalmCo memilih fokus pada pembenahan infrastruktur saluran air yang selama ini menjadi penyebab utama banjir.
Bambang menilai genangan air berkepanjangan membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Selain menghambat mobilitas, banjir juga menurunkan produktivitas kebun warga yang menjadi sumber ekonomi utama di Kecamatan Dayun.
“Kami percaya bahwa keberadaan perusahaan harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Karena itu, sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat akan terus kami perkuat agar program-program TJSL benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujarnya.
Warga Sudah Empat Tahun Hadapi Banjir
Pemerintah desa menyambut baik bantuan dari PTPN IV PalmCo tersebut. Penghulu Desa Buana Makmur, Basari, mengatakan masyarakat selama ini hidup berdampingan dengan banjir yang datang hampir setiap musim hujan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas normal. Bahkan, beberapa lahan perkebunan warga ikut terdampak akibat genangan air yang sulit surut.
“Selama empat tahun ini masyarakat selalu menghadapi banjir. Dengan adanya bantuan normalisasi kanal ini, mudah-mudahan persoalan banjir yang selama ini terjadi bisa teratasi,” kata Basari.
Ia berharap pengerjaan kanal berjalan maksimal sehingga air dapat mengalir lebih lancar menuju saluran pembuangan utama.
Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah dan perusahaan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi kanal agar tidak kembali mengalami pendangkalan.
Dampak Ekonomi dan Sosial Bisa Berkurang
Program normalisasi kanal dinilai memiliki dampak besar bagi masyarakat Kecamatan Dayun. Jika aliran air kembali normal, warga dapat menjalankan aktivitas dengan lebih aman dan nyaman.
Petani dan pekebun juga berpotensi meningkatkan produktivitas karena lahan mereka tidak lagi terendam dalam waktu lama saat musim hujan tiba.
Di sisi lain, akses transportasi desa diperkirakan akan membaik. Selama ini, banjir membuat sejumlah ruas jalan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kondisi itu tidak hanya menghambat distribusi hasil pertanian, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga secara keseluruhan.
Selain dampak ekonomi, perbaikan kanal juga penting dari sisi kesehatan lingkungan. Genangan air yang berlangsung lama sering memicu munculnya penyakit, seperti demam berdarah dan infeksi kulit.
Karena itu, normalisasi saluran air menjadi kebutuhan mendesak yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Sinergi Perusahaan dan Masyarakat Dinilai Penting
Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program penanganan banjir tersebut.
Melalui kerja sama itu, proses identifikasi titik rawan banjir hingga pengerjaan kanal dapat berjalan lebih efektif.
PTPN IV PalmCo juga menegaskan akan terus memperkuat program TJSL yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama di bidang lingkungan dan infrastruktur dasar.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berfokus pada aktivitas bisnis, tetapi juga ikut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sosial di sekitar wilayah operasionalnya.
Dengan di mulainya normalisasi kanal di Kecamatan Dayun, masyarakat kini berharap ancaman banjir tahunan perlahan bisa berkurang.
Warga pun optimistis aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan normal tanpa terganggu genangan air berkepanjangan.(ar).









