Jambi, oegopost.id – Pemkot Jambi mulai menyiapkan proses seleksi Sekda Kota Jambi untuk periode berikutnya.
Meski masa jabatan Sekda saat ini, H. A. Ridwan, masih berlangsung hingga Desember 2026, pemerintah sudah menggerakkan tahapan awal seleksi.
BKPSDMD Kota Jambi memimpin persiapan tersebut. Instansi ini menyusun skema lelang jabatan dan menyiapkan panitia seleksi (Pansel) yang akan menjalankan proses rekrutmen.
Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menyampaikan bahwa timnya sudah mulai bekerja pada tahap awal.
“Masih tahap persiapan,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Jabatan Sekda Jadi Posisi Strategis
Sekda Kota Jambi memegang peran penting dalam pemerintahan daerah. Ia mengoordinasikan seluruh OPD, membantu Wali Kota menjalankan program, serta mengatur administrasi dan anggaran daerah.
Karena peran itu, Pemkot Jambi membuka seleksi secara terbuka. Pemerintah memberi kesempatan kepada pejabat yang memenuhi syarat untuk ikut bersaing.
Sejumlah pejabat senior di lingkungan Pemkot Jambi juga mulai masuk dalam bursa calon.
Seleksi Mengikuti Aturan Nasional
Pemkot Jambi menjalankan seleksi sesuai PP Nomor 17 Tahun 2020 dan aturan Kementerian PAN-RB. Proses ini mencakup beberapa tahap, seperti:
- Uji kompetensi
- Penilaian rekam jejak
- Evaluasi kemampuan manajerial
- Wawancara akhir
BKPSDMD juga menerapkan aturan usia. Batas maksimalnya 56 tahun untuk Eselon III dan 58 tahun untuk pejabat JPT.
Panitia seleksi akan menyaring seluruh peserta menjadi tiga kandidat terbaik. Mereka kemudian menyerahkan nama tersebut kepada Wali Kota Jambi.
Wali kota akan memilih satu orang untuk menjabat Sekda definitif.
Peran Penting Sekda dalam Pemerintahan
Sekda sering disebut sebagai “jenderal ASN” di daerah. Ia mengatur jalannya birokrasi sehari-hari. Ia juga memastikan kebijakan kepala daerah berjalan di semua OPD.
Selain itu, ia mengawasi pengelolaan anggaran dan menjaga stabilitas internal pemerintahan.
Karena posisi itu sangat penting, seleksi Sekda Kota Jambi diperkirakan berlangsung ketat. Banyak pejabat senior berpotensi ikut bersaing.
Persaingan ini tidak hanya soal jabatan, tetapi juga soal kapasitas dan pengalaman dalam birokrasi.(ar)









