Sedekah Bumi Kebun Bohok Meriahkan HUT Kota Jambi ke-80 dan Dorong Ekonomi Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Jambi menggelar Sedekah Bumi Kebun Bohok 2026 dalam rangka HUT Kota Jambi ke-80.( Poto : Akses Jambi ).

Pemerintah Kota Jambi menggelar Sedekah Bumi Kebun Bohok 2026 dalam rangka HUT Kota Jambi ke-80.( Poto : Akses Jambi ).

Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi menyelenggarakan Sedekah Bumi di Kebun Bohok, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Bola Bohok FC sebagai bagian dari peringatan HUT Kota Jambi ke-80 dan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi menggerakkan langsung kegiatan ini. Masyarakat menghadiri acara tersebut dengan antusias dan memenuhi lokasi sejak pagi hari.

Warga Gelar Arak-Arakan Hasil Panen

Warga menggelar arak-arakan hasil panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang mereka terima. Mereka membawa berbagai hasil bumi dalam prosesi yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Selain itu, panitia juga menyelenggarakan bazar UMKM dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, membuka secara resmi kegiatan Sedekah Bumi Kebun Bohok. Ia hadir bersama Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Naim, Ketua Komisi I DPRD Rio Ramadhan, Kepala Disparbud Mariani Yanti, unsur Forkopimda, kepala OPD, Puja Kusuma, serta tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Jalan Khusus Batu Bara Jambi Percepat Produksi, Pendapatan Daerah Meningkat

Pemkot Jambi Dorong Ketahanan Pangan dan UMKM

Diza Hazra Aljosha mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Bumi yang menurutnya memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui UMKM dan Gerakan Pangan Murah. Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat melaksanakan Sedekah Bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Diza menilai masyarakat harus terus melestarikan Sedekah Bumi sebagai warisan budaya. Ia mendorong pengembangan tradisi ini agar menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Jambi.

Ia juga mengajak generasi muda untuk aktif menjaga tradisi agar nilai gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat.

Pemkot Jambi Perkuat Program Bahagia Berbudaya

Pemerintah Kota Jambi memasukkan kegiatan ini dalam program unggulan “Bahagia Berbudaya”. Program ini memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Hadiri Bedah Buku Babad Alas di Universitas Jambi

Pemkot Jambi juga mendorong pelibatan lebih banyak pelaku UMKM agar manfaat ekonomi kegiatan ini semakin luas. Masyarakat Kebun Bohok mulai melaksanakan Sedekah Bumi sejak tahun 1980-an. Mereka menjalankan tradisi ini untuk mensyukuri hasil pertanian sekaligus memperkuat nilai kebersamaan. Kini, masyarakat mengembangkan tradisi tersebut menjadi festival budaya yang memberi dampak sosial dan ekonomi bagi warga.

Pemkot Berikan Penghargaan Lomba Tumpeng

Panitia menggelar lomba tumpeng berisi sayur, buah-buahan, dan nasi kuning dalam rangkaian acara. Wakil Wali Kota Jambi menyerahkan piagam dan piala kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi berharap masyarakat terus melestarikan Sedekah Bumi sebagai kearifan lokal. Pemkot menargetkan kegiatan ini mampu memperkuat ketahanan pangan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Kota Jambi Bahagia, sejalan dengan visi nasional penguatan kedaulatan pangan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak
RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055
Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla
Polisi Bongkar Mafia BBM Subsidi di Jambi, Operator SPBU Ikut Bermain
DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun
251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah
Orang Rimba dilibatkan, Bantu Cegah Karhutla Jambi
Muaro Jambi Raih Penghargaan Mitra Pemasyarakatan di HBP ke-62
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 April 2026 - 18:00 WIB

RPPEG Tanjung Jabung Timur Dibahas, Sekda Jambi Buka Konsultasi Publik 2026–2055

Selasa, 28 April 2026 - 17:00 WIB

Hotspot Jambi: BMKG Deteksi 13 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla

Selasa, 28 April 2026 - 07:00 WIB

DPRD Jambi Soroti Dugaan PETI Jadi Pemicu Banjir di Sarolangun

Selasa, 28 April 2026 - 05:00 WIB

251 IUP Tambang Tak Punya RKAB, BPK Soroti Lemahnya Pengawasan di Daerah

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB