Wamendagri Ajak HIPMI Perkuat Ekonomi Kreatif di Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengajak HIPMI berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan investasi daerah.( Poto : dok.Kemendagri/ detiknews ).

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengajak HIPMI berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kreatif, meningkatkan investasi daerah.( Poto : dok.Kemendagri/ detiknews ).

Bandung, oegopost.id – Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Ajakan itu muncul saat Bima menghadiri Pendidikan dan Pelatihan Daerah V BPD HIPMI Jawa Barat di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Bandung, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Bima, HIPMI memiliki pengalaman luas di bidang usaha dan ekonomi kreatif.

Karena itu, ia meminta para pengusaha muda membantu kepala daerah menciptakan inovasi baru.

Selain itu, Bima menilai banyak kepala daerah belum memahami cara mengembangkan ekonomi kreatif secara maksimal.

Padahal, sektor tersebut mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Oleh sebab itu, ia mendorong HIPMI menjadi penghubung antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas.

Dengan langkah tersebut, daerah dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik investasi baru.

“Teman-teman HIPMI bisa membantu kepala daerah supaya lebih kreatif dan inovatif,” kata Bima.

Pemda Harus Cari Sumber Pendanaan Baru

Sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima terus mendorong kepala daerah membangun kemandirian fiskal.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Jambi 4,93%: Kenapa Kesejahteraan Belum Merata?

Dengan begitu, pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada dana dari pusat.

Karena itu, Bima meminta pemerintah daerah mencari sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung pembangunan.

Ia menyebut beberapa skema seperti crowd financing, alternative financing, dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain mencari pendanaan baru, pemerintah daerah juga perlu mengoptimalkan aset yang dimiliki.

Menurut Bima, langkah tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat kemampuan fiskal.

Di sisi lain, Bima juga mengingatkan kepala daerah agar fokus menjalankan program prioritas nasional.

Program itu meliputi kedaulatan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Koperasi Desa atau Kelurahan.

Generasi Muda Harus Ambil Peran

Selanjutnya, Bima mengajak generasi muda memanfaatkan bonus demografi untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

Ia menilai anak muda memiliki peluang besar untuk mendorong kemajuan ekonomi nasional.

Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara maju jika seluruh pihak mau bekerja sama. Oleh karena itu, ia meminta pelaku usaha dan pemerintah membangun kolaborasi yang kuat.

Baca Juga :  Investor Kelola Pulau di Pesisir Selatan, Bangun Objek Wisata Pantai

Bima juga menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan nasional. Bahkan, ia menilai pergantian pemimpin tidak boleh mengubah arah pembangunan negara.

Sebagai contoh, Bima menyebut Singapore, South Korea, Japan, dan Vietnam yang tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi meski berganti pemimpin.

Selain itu, Bima menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sebaliknya, semua pihak harus ikut merancang dan menjalankan program pembangunan bersama.

Kota Jambi Jadi Contoh Keberhasilan

Dalam kesempatan itu, Bima juga menyoroti keberhasilan Pemerintah Kota Jambi meningkatkan keuangan daerah.

Pemerintah kota memanfaatkan program prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Akibatnya, angka pengangguran terbuka di daerah tersebut ikut menurun. Karena itu, Bima mengapresiasi kepala daerah yang memilih bekerja keras mencari solusi pembangunan.

Kegiatan Diklatda HIPMI Jawa Barat itu turut menghadirkan Agung Rachmat, Zulfikar Priyatna, serta kader HIPMI dari berbagai daerah di Jawa Barat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belanja Pemerintah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026
Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Sentimen Pasar Tertekan Faktor Domestik dan Global
Harga Pangan Nasional Bergerak, Ini Rincian Harga Terbaru Menurut PIHPS
Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2026 Didominasi Indonesia Timur
Bandung Dipercaya Jadi Percontohan Program Nasional untuk Majukan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada 2026
IHSG Melemah ke Level 6.858, Tekanan Rupiah dan Sentimen MSCI Bebani Pasar
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Turun di Sahabat Pegadaian
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:00 WIB

Belanja Pemerintah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:40 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Sentimen Pasar Tertekan Faktor Domestik dan Global

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:00 WIB

Harga Pangan Nasional Bergerak, Ini Rincian Harga Terbaru Menurut PIHPS

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:00 WIB

Provinsi dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2026 Didominasi Indonesia Timur

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:30 WIB

Bandung Dipercaya Jadi Percontohan Program Nasional untuk Majukan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

Pasal 252 KUHP baru atau Pasal Santet mengatur klaim kekuatan gaib yang dapat merugikan orang lain. Simak isi aturan, sanksi, dan tujuan hukumnya di Indonesia.( Poto : chatGPT).

Hukum

Pasal Santet KUHP Baru Jadi Sorotan Publik di Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:35 WIB