Jakarta, oegopost.id – Kemenhaj percepat persiapan fasilitas haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang puncak ibadah haji 2026.
Pemerintah bersama pihak syarikah atau penyedia layanan melakukan inspeksi langsung di lapangan untuk memastikan seluruh infrastruktur siap digunakan oleh jemaah haji dalam jumlah besar.
Inspeksi Lapangan dan Peningkatan Infrastruktur
Kemenhaj bersama Satgas Operasi Armuzna secara rutin turun ke lokasi untuk mengecek perkembangan pembangunan dan perbaikan fasilitas.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan signifikan, terutama pada kesiapan tenda, sanitasi, dan sarana pendukung lainnya.
Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal sebelum fase puncak haji dimulai.
Di kawasan Mina, petugas mulai mendistribusikan ribuan kasur baru ke setiap tenda jemaah secara merata.
Selain itu, Kemenhaj juga memfokuskan perhatian pada perbaikan fasilitas toilet yang selama ini menjadi titik kepadatan saat pelaksanaan haji.
Penguatan Fasilitas Sanitasi dan Akses Jemaah
Kepala Bidang Pelindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, menjelaskan bahwa Kemenhaj meminta syarikah menambah fasilitas urinoir khusus pria di area luar toilet utama.
Langkah ini untuk mengurangi antrean dan memperlancar mobilitas jemaah.
Selain itu, Kemenhaj juga memperbaiki desain fasilitas sanitasi agar lebih inklusif. Pemerintah menyediakan jalur khusus dan tangga ramah disabilitas untuk memudahkan akses bagi jemaah berkebutuhan khusus.
Dengan langkah ini, Kemenhaj berupaya meningkatkan kenyamanan dan kesetaraan layanan bagi seluruh jemaah.
Pengawasan Ketat dan Progres Pembangunan
Kemenhaj melakukan pengawasan harian terhadap kinerja syarikah guna memastikan semua pekerjaan sesuai kontrak.
Muftiono menyebutkan bahwa pada awal inspeksi, progres pekerjaan baru mencapai sekitar 60 persen.
Namun, setelah evaluasi dan tindak lanjut di lapangan, perkembangan fasilitas menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan di Arafah
Di Arafah, Kemenhaj memperkuat sistem keamanan dengan memasang CCTV di seluruh lorong antar-tenda yang beroperasi selama 24 jam.
Pemerintah juga meningkatkan kenyamanan termal dengan memasang lantai tambahan di bawah karpet tenda serta menyediakan pendingin udara di setiap tenda.
Setiap jemaah akan menerima fasilitas tidur lengkap, termasuk kasur busa baru, bantal, seprai, dan selimut.
Semua peningkatan ini untuk memastikan kenyamanan jemaah selama berada di lokasi puncak ibadah.(ar)









