Jambi, oegopost.id – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi membangun layanan khusus untuk jamaah lansia dan penyandang disabilitas pada penyelenggaraan haji 2026. Kemenhaj Jambi menyediakan rumah ramah lansia di Asrama Haji Jambi dengan kapasitas 80 orang.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menjelaskan bahwa pihaknya melengkapi fasilitas tersebut dengan pendamping khusus agar jamaah lansia mendapatkan pelayanan yang lebih optimal.
Terapkan Konsep Haji Ramah Lansia dan Disabilitas
Kemenhaj Jambi menjalankan program bertema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Tim penyelenggara memperkuat layanan dengan melibatkan tenaga kesehatan serta relawan pendamping.
Wahyudi menyampaikan bahwa Kemenhaj Jambi menggandeng Dinas Kesehatan dan mahasiswa tingkat akhir Program Studi Keperawatan Universitas Baiturrahim untuk memperkuat Satgas Lansia yang sudah terbentuk.
Mahasiswa Keperawatan Turut Dampingi Jamaah
Kemenhaj Jambi melibatkan mahasiswa keperawatan semester akhir sebagai pendamping jamaah lansia. Para mahasiswa membantu berbagai kebutuhan jamaah sejak proses keberangkatan hingga tiba di Asrama Haji.
Pihaknya menilai keterlibatan mahasiswa memperkuat layanan karena mereka memiliki kemampuan dasar keperawatan yang dibutuhkan di lapangan.
Ratusan Jamaah Lansia Masuk Daftar Haji
Kemenhaj Jambi mencatat 823 jamaah lansia dari total 3.276 calon haji tahun 2026. Seluruh jamaah tersebut terbagi dalam tujuh kelompok terbang (kloter).
Tim penyelenggara melakukan seleksi jamaah lansia berdasarkan usia minimal 65 tahun dan kondisi fisik. Mereka menggabungkan jamaah yang masih sehat ke dalam kloter reguler.
Waspadai Kloter Rawan Perjalanan Jauh
Wahyudi menyoroti Kloter BTH 19 sebagai kloter yang memiliki risiko tinggi karena membawa jamaah dari Kabupaten Kerinci dan Merangin. Jarak perjalanan yang jauh menuju Asrama Haji Kota Jambi meningkatkan potensi kelelahan bagi jamaah lansia.
Ia juga mengingatkan bahwa pada penyelenggaraan sebelumnya, sejumlah jamaah lansia mengalami kelelahan bahkan sempat mengalami kebingungan setelah tiba di asrama.
Perkuat Layanan Kesehatan dan Mobilitas
Kemenhaj Jambi menyiapkan klinik kesehatan di Asrama Haji melalui Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Jambi. Selain itu, pihaknya menyediakan mobil golf pinjaman dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk membantu mobilitas jamaah lansia.
Wahyudi menegaskan bahwa sinergi antara Satgas Lansia, tenaga kesehatan, dan mahasiswa menjadi kunci untuk memastikan pelayanan haji bagi lansia dan disabilitas berjalan lebih baik dan aman.(ar)









