Cuan Mangga Dunia 2026 Tembus Rp1.200 Triliun, Indonesia Masih Tertinggal

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permintaan mangga meningkat seiring perubahan pola konsumsi masyarakat dunia yang semakin menyukai buah tropis. ( Poto : dok.CNBC Indonesia)

Permintaan mangga meningkat seiring perubahan pola konsumsi masyarakat dunia yang semakin menyukai buah tropis. ( Poto : dok.CNBC Indonesia)

Jakarta, oegopost.id – Pasar mangga dunia terus berkembang pesat dan mencatat nilai ekonomi besar. Cuan mangga dunia 2026 diperkirakan mencapai Rp1.200 triliun dari berbagai sektor, mulai dari buah segar hingga produk olahan. Negara-negara seperti India, Meksiko, Thailand, dan Brasil aktif mengembangkan sektor ini dan terus memperluas pangsa pasar mereka di tingkat global.

Permintaan mangga meningkat seiring perubahan pola konsumsi masyarakat dunia yang semakin menyukai buah tropis. Pelaku industri di berbagai negara mendorong produksi secara masif dan memperkuat rantai distribusi agar mampu memenuhi kebutuhan ekspor yang terus naik setiap tahun.

Indonesia Punya Potensi Besar Namun Belum Maksimal

Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk masuk dalam rantai nilai global. Namun, tanpa penguatan industri dan distribusi, peluang cuan mangga dunia 2026 bisa terus dinikmati negara lain. Iklim tropis mendukung pertumbuhan berbagai varietas mangga berkualitas tinggi. Petani di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi terus menghasilkan produksi yang cukup besar setiap musim panen.

Baca Juga :  Kementan Percepat Tanam Serempak di Jambi untuk Antisipasi El Nino

Namun, Indonesia belum mampu mengoptimalkan potensi tersebut. Pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala seperti rantai distribusi yang kurang efisien, keterbatasan fasilitas pascapanen, serta standar kualitas yang belum konsisten untuk pasar ekspor. Akibatnya, Indonesia belum mampu menembus pasar internasional secara agresif seperti negara pesaing.

Negara Pesaing Kuasai Rantai Nilai

Negara seperti India dan Meksiko tidak hanya memproduksi mangga dalam jumlah besar, tetapi juga menguasai industri olahannya. Mereka mengembangkan produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekspor secara signifikan. Selain itu, mereka juga memperkuat infrastruktur logistik dan sertifikasi kualitas untuk memenuhi standar internasional.

Baca Juga :  Pelemahan Rupiah Mulai Tekan Pedagang Tahu Tempe, Pemerintah Pantau Daya Beli

Thailand juga memanfaatkan strategi branding dan ekspor yang kuat sehingga mampu menjadikan mangga sebagai salah satu komoditas unggulan di pasar global.

Indonesia Perlu Perkuat Hilirisasi

Untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia perlu memperkuat hilirisasi sektor pertanian, termasuk mangga. Pemerintah dan pelaku usaha dapat meningkatkan investasi pada teknologi pascapanen, memperluas akses pasar ekspor, serta memperbaiki standar kualitas produk. Dengan langkah tersebut, Indonesia berpeluang lebih besar untuk mengambil bagian dari pasar mangga dunia yang nilainya sangat besar dan terus bertumbuh.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi
BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital
Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:45 WIB

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Berita Terbaru