Rupiah Dekati Rp17.900, Begini Cara ESDM Menjaga Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung( Poto : kompas.com )

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung( Poto : kompas.com )

Jakarta, oegopost.id – Pemerintah memastikan harga BBM subsidi stabil meski nilai tukar rupiah terus melemah dan mendekati Rp17.900 per dolar AS.

Untuk menghadapi tekanan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengandalkan peningkatan produksi minyak dalam negeri serta kesiapan kilang nasional.

Langkah ini dinilai penting karena pelemahan rupiah biasanya ikut mendorong kenaikan biaya impor energi. Jika biaya impor meningkat, tekanan terhadap anggaran subsidi energi juga ikut bertambah.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pemerintah sudah menyiapkan berbagai upaya agar harga BBM subsidi tidak ikut naik di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.

Menurutnya, produksi minyak dari dalam negeri menjadi salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan impor.

Produksi Dalam Negeri Jadi Andalan

Yuliot menjelaskan pemerintah terus mendorong peningkatan produksi minyak nasional. Selain itu, pemerintah juga memastikan fasilitas pengolahan atau kilang dalam negeri dapat bekerja secara optimal.

Dengan pasokan energi yang lebih banyak berasal dari dalam negeri, pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga kestabilan harga BBM bagi masyarakat.

“Untuk kenaikan harga BBM subsidi, kami terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri. Kilang dalam negeri juga sudah kami siapkan,” kata Yuliot saat berada di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga :  Petani Bungo Raup Ratusan Ribu Rupiah dari Budidaya Lengkuas

Strategi tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang masih memengaruhi harga energi dunia.

Stok BBM Masih Jauh di Atas Batas Aman

Selain fokus pada produksi, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman.

Menurut Yuliot, cadangan operasional BBM saat ini masih jauh di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut membuat pasokan energi nasional tetap terjaga.

Stok BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar CN48 masih tersedia dalam jumlah cukup. Begitu juga dengan BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Solar CN51.

Pemerintah terus memantau kondisi cadangan energi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dan sektor industri dapat terpenuhi tanpa gangguan.

Keberadaan stok yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas distribusi BBM di berbagai daerah.

Pemerintah Belum Berencana Naikkan Harga BBM

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menegaskan pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM subsidi.

Pernyataan tersebut muncul setelah harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Meski begitu, pemerintah masih berusaha menjaga agar subsidi energi tetap berjalan sesuai rencana.

Bahlil bahkan memastikan pemerintah berupaya mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

“Belum ada kenaikan. InsyaAllah tidak akan naik. Doakan saja, subsidi BBM tetap kami jaga sampai akhir tahun,” ujar Bahlil.

Baca Juga :  SAH Puji Stabilitas Ekonomi Nasional Prabowo dan Daya Tahan Rupiah

Saat ini harga Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter. Sementara itu, harga Biosolar tetap berada di angka Rp6.800 per liter.

Kepastian tersebut menjadi kabar yang cukup melegakan bagi masyarakat karena BBM masih menjadi kebutuhan utama untuk aktivitas sehari-hari.

Harga Minyak Dunia Masih Jadi Tantangan

Meski pemerintah optimistis menjaga harga BBM subsidi, tantangan dari pasar global masih cukup besar.

Data Kementerian ESDM menunjukkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 mencapai 117,31 dolar AS per barel. Angka tersebut naik dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 102,26 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak dunia biasanya berdampak langsung terhadap biaya pengadaan energi. Apalagi saat nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

Namun pemerintah mencatat rata-rata ICP sepanjang 2026 masih berada di kisaran 80 hingga 81 dolar AS per barel. Angka itu masih menjadi acuan dalam pengelolaan subsidi energi nasional.

Dengan kombinasi peningkatan produksi minyak dalam negeri, kesiapan kilang, dan cadangan BBM yang melimpah, pemerintah berharap dapat menjaga kestabilan harga BBM subsidi meski tekanan ekonomi global belum sepenuhnya mereda.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas di Jambi Hari Ini Turun Tipis, Cek Daftarnya
8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak
Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat
Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor
Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif
Harga Emas di Pegadaian Naik Serentak Hari Ini, Cek Daftarnya
Harga Cabai Keriting Jakarta Anjlok Tajam, Minyakita dan Bawang Kompak Naik
Rupiah Tembus Rp18.000 Imbas Sentimen MSCI dan Inflasi Amerika
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:01 WIB

8 Cara Cepat Dapat Uang Tambahan untuk Kebutuhan Mendesak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Strategi Aman Atasi Kebutuhan Uang Mendadak Tanpa Dana Darurat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Pasokan Gula Rafinasi Langka Awal 2027, Pabrik Desak Percepatan Izin Impor

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru 18 Oktober 2026: SPBU Pertamina Hingga Shell Kompak Tahan Tarif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Harga Emas di Pegadaian Naik Serentak Hari Ini, Cek Daftarnya

Berita Terbaru

Diskusi Ruang Literasi yang digelar KPK secara bauran di Gedung ACLC KPK, Jakarta.(poto: kpk.go.id).

Pendidikan

Ancaman Nyata Pembajakan Kebijakan Sumber Daya Alam

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:21 WIB

Rapat paripurna di Aula Swarna Bumi DPRD Kota Jambi, Kamis (22/10/2026).(poto: jambiprima.com).

Pemerintahan

RAPBD Jambi 2027: Pendapatan Turun, Target PAD Justru Naik

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:04 WIB

Jadwal sholat dan imsakiyah wilayah Kota Sungai Penuh hari Jumat, 23 Oktober 2026 berlatar masjid berlatar perbukitan asri.(poto: AI).

Daerah

Jadwal Sholat Sungai Penuh Hari Ini, Jumat 23 Oktober 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 06:32 WIB