Ketua DPRD Muaro Jambi Soroti 36 Anak Putus Sekolah, Dorong Langkah Nyata Pemulihan Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta.( poto : jambi-independent.co.id )

Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta.( poto : jambi-independent.co.id )

Muaro Jambi, oegopost.id – Kasus anak putus sekolah di Kabupaten Muaro Jambi mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Muaro Jambi, Aidi Hatta.

Meski jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan tercatat hanya 36 orang, ia menilai pemerintah harus segera mengambil langkah konkret agar seluruh anak tetap memperoleh hak belajar.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2024–2025 menunjukkan ada 36 siswa yang berhenti melanjutkan pendidikan.

Jumlah tersebut terdiri dari 24 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dari total 41.342 peserta didik dan 12 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari total 13.589 siswa.

Aidi menegaskan setiap anak yang kehilangan kesempatan belajar harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

“Target kita seharusnya nol anak putus sekolah. Satu anak saja yang kehilangan akses pendidikan harus menjadi perhatian serius pemerintah,” ujar Aidi.

DPRD Muaro Jambi Bergerak Cari Solusi

Aidi mengatakan DPRD Muaro Jambi langsung mengumpulkan dinas dan instansi terkait untuk membahas persoalan tersebut. Pertemuan itu fokus mencari penyebab anak berhenti sekolah sekaligus menyusun langkah agar mereka kembali belajar.

Baca Juga :  Al Haris Dorong Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjab Timur

Ia menilai pemerintah tidak cukup hanya mencatat jumlah kasus. Pemerintah perlu memahami kondisi yang mendorong anak meninggalkan sekolah dan menyelesaikan persoalan dari sumbernya.

Aidi juga menekankan bahwa pemerintah harus menjaga keberlanjutan pendidikan setelah siswa kembali masuk sekolah.

Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Dominan

Menurut Aidi, kondisi ekonomi keluarga masih menjadi faktor yang paling sering mendorong anak berhenti sekolah. Sebagian anak memilih membantu orang tua mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain persoalan ekonomi, Aidi juga menyoroti rendahnya perhatian sebagian orang tua terhadap pentingnya pendidikan. Ia meminta seluruh pihak memberi perhatian terhadap kondisi lingkungan sekolah, termasuk dugaan perundungan atau bullying.

“Persoalan ini tidak bisa dilihat dari jumlahnya saja. Kita harus melihat alasan di balik mereka berhenti sekolah dan memastikan masalahnya benar-benar diselesaikan,” katanya.

Pemerintah Siapkan Program Menjangkau Anak Kembali Sekolah

Dinas Pendidikan Muaro Jambi telah menyiapkan sejumlah program untuk mengajak kembali anak-anak yang sudah meninggalkan sekolah. Pemerintah daerah juga memperkuat langkah tersebut melalui dukungan program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Rektor UIN STS Jambi Dampingi Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Jambi

Program itu menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mereka kembali memperoleh akses pendidikan.

Aidi mengingatkan pemerintah agar tidak menjalankan program yang hanya bersifat sementara. Pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan mampu mengurangi risiko anak kembali putus sekolah.

Pendidikan Harus Tetap Menjadi Hak Setiap Anak

Aidi menegaskan pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang negara jamin. Karena itu, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bekerja bersama menjaga keberlangsungan pendidikan.

Menurutnya, persoalan ekonomi maupun kondisi lingkungan tidak boleh menghentikan masa depan anak.

“Jangan sampai ada anak yang tertinggal karena persoalan ekonomi ataupun lingkungan. Pendidikan adalah hak mereka dan harus kita pastikan terpenuhi,” tegasnya.

Ia berharap kerja sama pemerintah daerah dan DPRD dapat memperluas akses pendidikan dan mempercepat pemerataan pendidikan di Muaro Jambi.

“Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Jangan biarkan mereka kehilangan kesempatan hanya karena keadaan yang sebenarnya bisa kita bantu selesaikan bersama,” pungkasnya.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Al Haris Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Bungo Berkapasitas 2.520 Siswa
Dosen PGSD UNJA Latih Guru Kerinci Buat Media Pembelajaran Digital
Kabut Asap Kepung Jambi, Jadwal Kalender Pendidikan SMP Dipastikan Aman
SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi
Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa
Dari Intimidasi Guru Hingga Penganiayaan Siswa: Rapor Merah Pendidikan Jambi
Siswa MTsN 1 Kota Sungai Penuh Siap Raih Prestasi di OMI Provinsi Jambi 2026
Pemkab Tebo Raih Rp1 Triliun dari Pusat untuk Pendidikan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Al Haris Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Bungo Berkapasitas 2.520 Siswa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Dosen PGSD UNJA Latih Guru Kerinci Buat Media Pembelajaran Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Kabut Asap Kepung Jambi, Jadwal Kalender Pendidikan SMP Dipastikan Aman

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

SPI Pendidikan 2026 Naik: KPK Soroti Dana BOS dan Joki Skripsi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kepala SMAN Titian Teras Jambi Ungkap Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Siswa

Berita Terbaru

Konsol PlayStation dan Nintendo Switch bersanding dengan tumpukan kaset game fisik serta kartu permainan di atas meja.(poto: AI).

Games

Sony Hapus Kaset Game, Nintendo Pertahankan Format Fisik

Kamis, 22 Okt 2026 - 08:05 WIB

Mahasiswa GERAM Kaltim kecewa atas respons Gubernur Rudy Mas'ud saat temui massa aksi di Samarinda, Rabu (21/10/2026).(poto: kompas.com).

Nasional

Aksi Demo di Samarinda Memanas Usai Gestur Gubernur Kaltim

Kamis, 22 Okt 2026 - 07:57 WIB

Ilustrasi Aktivitas pengisian bahan bakar kendaraan oleh petugas di salah satu SPBU Pertamina.(poto: AI).

Kriminal

Polres Ciamis Tangkap Truk Fuso Penguras Ribuan Liter Solar

Kamis, 22 Okt 2026 - 07:48 WIB

Pengguna mengatur fitur investasi reksa dana otomatis di ponsel pintar untuk mendukung konsistensi menabung rutin.(poto: AI).

Bisnis

Ajaib Rilis Fitur Investasi Reksa Dana Otomatis dari OJK

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:45 WIB