Tim FH UNJA Beri Edukasi UU SPPA di SMAN 6 Muaro Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan pelajar SMAN 6 Muaro Jambi mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari akademisi Universitas Jambi.(poto: jamberita.com).

Puluhan pelajar SMAN 6 Muaro Jambi mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari akademisi Universitas Jambi.(poto: jamberita.com).

Muaro Jambi, oegopost.id – Puluhan pelajar SMAN 6 Muaro Jambi mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat dari akademisi Universitas Jambi. Tim Dosen Fakultas Hukum membawa materi edukasi UU SPPA UNJA guna membekali siswa dengan pengetahuan hukum yang mendalam.

Kegiatan ini mengangkat tema pencegahan anak menjadi pelaku tindak pidana melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penyelenggara merancang program ini agar para siswa mampu mengenali berbagai potensi bahaya hukum di sekitar mereka.

Lima akademisi senior FH UNJA turun langsung mengisi sesi materi dalam program pengabdian masyarakat tersebut. Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., memimpin tim ini bersama Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum.

Selain itu, Yulia Monita, S.H., M.H., Tri Imam Munandar, S.H., M.H., dan Dessy Rakhmawati, S.H., M.H., turut memperkuat tim penceramah. Para akademisi ini membagikan pandangan hukum yang komprehensif kepada seluruh peserta di aula sekolah.

Baca Juga :  Rektor Universitas Islam Tebo Tinjau Kesiapan Sarana Kampus Jelang Ujian Akhir Semester

Pemahaman Risiko Hukum dan Faktor Pemicu Pidana Anak

Tim pemateri menegaskan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang wajib mendapat perlindungan serta pembinaan secara berkelanjutan. Penegak hukum tidak boleh memperlakukan anak yang melakukan tindak pidana sama seperti pelaku dewasa.

Anak-anak masih mengalami tahapan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat menentukan masa depan mereka. Pemahaman dasar inilah yang menjadi alasan utama pentingnya pengenalan aturan hukum peradilan anak sejak sekolah menengah.

Dosen FH UNJA memaparkan sejumlah faktor lingkungan yang sering menjerumuskan remaja ke dalam tindak pelanggaran hukum. Pengaruh pergaulan bebas dan minimnya pengawasan dari pihak keluarga menjadi pemicu utama kasus pidana anak.

Selain itu, penyalahgunaan teknologi digital, aksi perundungan atau bullying, hingga tindakan kekerasan turut memperbesar risiko tersebut. Maraknya kasus narkotika dan perilaku menyimpang lainnya juga menjadi perhatian serius dalam pemaparan materi pengabdian ini.

Baca Juga :  Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3

Penerapan Keadilan Restoratif demi Masa Depan Generasi Muda

Narasumber turut mengenalkan prinsip utama dalam aturan peradilan anak, yaitu keadilan restoratif atau restorative justice. Prinsip ini mengedepankan pemulihan hak dan hubungan sosial ketimbang pembalasan dalam penanganan perkara hukum anak.

Selain keadilan restoratif, tim pengabdian juga menjelaskan mekanisme diversi sebagai jalur penyelesaian perkara di luar persidangan. Mekanisme ini memastikan bahwa sistem hukum anak mengutamakan pembinaan demi kepentingan terbaik bagi perkembangan remaja.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi. FH UNJA memfokuskan program pengabdian ini pada pemberian edukasi hukum yang dapat berlaku secara praktis oleh masyarakat.

Pihak fakultas terus berkomitmen menghadirkan program ilmiah yang memberikan dampak positif secara langsung bagi warga Jambi. Melalui edukasi di sekolah, akademisi berharap dapat menekan angka keterlibatan anak dalam tindak pidana secara signifikan.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus TKA SMA Jambi Viral, DPRD Minta Disdik Usut Tuntas
Dokumen Kemendikdasmen Dugaan Pelanggaran TKA Jambi Viral di Medsos
UBR Jambi Wisuda 1.205 Tenaga Kesehatan di Gedung ACC
5 Prodi Pascasarjana UNJA Raih Akreditasi Internasional ASIIN
Ancaman Nyata Pembajakan Kebijakan Sumber Daya Alam
Al Haris Tinjau Proyek Sekolah Rakyat Bungo Berkapasitas 2.520 Siswa
Dosen PGSD UNJA Latih Guru Kerinci Buat Media Pembelajaran Digital
Kabut Asap Kepung Jambi, Jadwal Kalender Pendidikan SMP Dipastikan Aman
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:27 WIB

Kasus TKA SMA Jambi Viral, DPRD Minta Disdik Usut Tuntas

Selasa, 3 November 2026 - 13:23 WIB

Dokumen Kemendikdasmen Dugaan Pelanggaran TKA Jambi Viral di Medsos

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:05 WIB

UBR Jambi Wisuda 1.205 Tenaga Kesehatan di Gedung ACC

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:54 WIB

5 Prodi Pascasarjana UNJA Raih Akreditasi Internasional ASIIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Ancaman Nyata Pembajakan Kebijakan Sumber Daya Alam

Berita Terbaru

Suasana pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, saat IHSG melonjak hingga 2,76 persen.(poto: AI).

Ekonomi

IHSG Hari Ini Tembus Level 5.000, Rupiah Justru Melemah

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:31 WIB

Seorang pekerja memeriksa status penerimaan Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui smartphone di sela jam istirahat.(poto: AI).

Ekonomi

Cara Cek BSU November 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP

Kamis, 5 Nov 2026 - 10:27 WIB