Jambi, oegopost.id – Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi memfinalisasi penerimaan mahasiswa asing UIN STS Jambi untuk tahun akademik 2026. Pihak kampus mematangkan tahapan akhir tersebut melalui rapat khusus di ruang Wakil Rektor I pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Langkah ini menjadi penentu utama sebelum rektorat menerbitkan Surat Keputusan resmi pendaftaran mahasiswa internasional. Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, memimpin langsung jalannya rapat evaluasi tersebut.
Rapat penting ini menghadirkan Koordinator Pusat Layanan Kerja Sama Internasional LPPM Dion Ginanto serta staf Bagian Kerja Sama Ali Ubay. Dalam forum tersebut, Ali Ubay memaparkan laporan menyeluruh terkait perkembangan administrasi pendaftaran para calon mahasiswa luar negeri.
Proses Seleksi Ketat Loloskan Dua Puluh Mahasiswa
Dion Ginanto menjelaskan hasil seleksi berkas sekaligus skema dukungan beasiswa bagi para calon mahasiswa asing. Ia menegaskan bahwa tim penyeleksi menyaring seluruh berkas pendaftaran melalui evaluasi kelayakan secara cermat.
Pendaftar asal Sudan mencatatkan 29 orang pada tahap awal pendaftaran. Tim verifikasi kemudian menyaring nama-nama tersebut menjadi 10 kandidat hingga memuluskan 7 orang peserta.
Sementara itu, pendaftar asal Malaysia mencapai 22 orang dan 10 peserta berhasil menembus tahapan seleksi. Adapun calon mahasiswa dari Thailand mencatatkan 3 pendaftar yang seluruhnya sukses memenuhi syarat.
“Untuk tahun ini terdapat total 20 mahasiswa asing yang lolos seleksi, terdiri atas 7 mahasiswa dari Sudan, 10 dari Malaysia, dan 3 dari Thailand,” kata Dion Ginanto via WhatsApp, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dion menambahkan bahwa seluruh peserta lolos telah menuntaskan verifikasi administrasi dan penilaian ketat sesuai aturan kampus. Pihak panitia memastikan proses penyaringan berjalan objektif untuk menjaga kualitas calon mahasiswa.
Pengawasan Dokumen Keimigrasian Diperketat Wakil Rektor Satu
Wakil Rektor I UIN STS Jambi, Dr. Ayub Mursalin, meminta tim penyeleksi menjalankan proses verifikasi secara sangat ketat. Ia memberikan perhatian khusus pada pemeriksaan kelengkapan berkas milik calon mahasiswa asal Sudan.
Ayub menegaskan bahwa seluruh persyaratan akademik dan aturan keimigrasian wajib memenuhi standar hukum yang berlaku. Tim seleksi tidak boleh memasukkan nama pendaftar ke dalam SK jika dokumen mereka masih meragukan.
“Tolong pastikan mahasiswa asing, khususnya dari Sudan, benar-benar melalui seleksi ketat,” kata Ayub saat memberikan instruksi dalam rapat.
Ia menginstruksikan panitia untuk mencoret calon mahasiswa yang bermasalah dengan persyaratan visa. Pihak kampus tidak ingin menghadapi kendala legalitas di kemudian hari akibat kelalaian verifikasi data.
Beasiswa Internasional Jadi Strategi Promosi Kampus Global
Ayub juga menilai bahwa pemberian beasiswa kepada mahasiswa asing memegang peranan sangat penting. Kebijakan ini menjadi instrumen utama dalam memperluas jangkauan internasionalisasi UIN STS Jambi di kancah global.
Manajemen kampus merancang program beasiswa ini untuk menarik minat pelajar dari berbagai negara sahabat. Langkah tersebut bakal mendongkrak reputasi akademik kampus di tingkat internasional secara berkelanjutan.
“Kita harus memastikan beasiswa untuk mahasiswa asing menjadi strategi promosi agar semakin banyak mahasiswa internasional memilih kuliah di UIN STS Jambi pada masa mendatang,” ujar Ayub.
UIN STS Jambi terus membenahi layanan pendidikan serta fasilitas pendukung bagi mahasiswa internasional. Kampus Islam terbesar di Jambi ini optimistis mampu bersaing dengan perguruan tinggi papan atas lainnya.(ar)









