Jambi, oegopost.id – Fakultas Hukum Universitas Jambi bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Forum akademis ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan pendidikan di daerah secara berkelanjutan.
Selain itu Ketua Tim PKM FH UNJA Prof Dr Hartati menandatangani naskah kerja sama resmi. Penandatanganan dokumen ini berlangsung secara khidmat bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar MY.
Selanjutnya Rektor UNJA Prof Dr Helmi meresmikan kegiatan strategis ini secara langsung di lokasi. Acara ini menghimpun jajaran pejabat dinas serta pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah seluruh wilayah.
Oleh karena itu para kepala sekolah dari tingkat SD hingga SLB hadir memenuhi aula. Seluruh peserta aktif mendiskusikan berbagai tantangan tata kelola serta solusi peningkatan mutu pelayanan publik.
Tantangan Birokrasi Pendidikan Daerah Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor
Dalam pemaparan materi narasumber FH UNJA Dimas Subekti menekankan pentingnya pergeseran paradigma birokrasi daerah. Oleh sebab itu ia mendorong penerapan pendekatan kolaboratif demi memangkas berbagai hambatan administrasi.
Kemudian Dimas menyebut ekosistem sekolah wajib bergerak secara terpadu dan saling mendukung. Menurutnya seluruh pihak harus memanfaatkan data terintegrasi demi meningkatkan kualitas belajar para peserta didik.
Sementara itu Kepala Biro Pemerintahan Dra Luthpiah menjelaskan urusan pendidikan merupakan kewajiban bersama. Selain itu ia memaparkan efisiensi anggaran daerah akibat penyesuaian pembiayaan pada berbagai program nasional.
Namun Pemerintah Provinsi Jambi menjawab masalah tersebut melalui peluncuran program inovatif Jambi Cerdas. Maka dari itu pemprov menyalurkan bantuan keuangan khusus demi menyokong operasional lembaga PAUD desa.
Di sisi lain Asisten Administrasi Pemkot Jambi Dr H M Jaelani menyoroti tekanan pihak luar. Oleh karena itu ia meminta pemerintah memberikan perlindungan hukum secara nyata kepada para tenaga pendidik.
Kepastian Hukum Bagi Tenaga Pendidik Menjadi Kebutuhan Mendesak
Selanjutnya Kabid Pembinaan GTK Disdik Jambi Dr Ilham Khalik mengingatkan pentingnya kesatuan pelayanan publik. Maka dari itu ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga kualitas sekolah secara gotong royong.
Pada sesi diskusi Kepala SMAN 13 Kota Jambi Ika Kartikasari mempertanyakan penerapan kolaborasi lapangan. Menjawab hal tersebut narasumber memaparkan contoh praktik baik di Yogyakarta dalam menangani anak putus sekolah.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Merangin Hari Apriandi menyampaikan keresahan pendidik mengenai risiko tuduhan pungli. Oleh sebab itu forum mendorong penerbitan Peraturan Daerah sebagai payung hukum perlindungan pendidik.
Kemudian Ketua MKKS Sungai Penuh menyuarakan pentingnya penyelarasan riset kampus dengan alokasi anggaran daerah. Mengenai hal ini narasumber memastikan seluruh masukan akan tersalurkan langsung sebagai bahan kebijakan.
Selain itu tim perumus menyusun seluruh aspirasi dari para peserta forum secara sistematis. Langkah ini bertujuan agar setiap rekomendasi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu sekolah.
Akhirnya Dinda Syufradian Putra menutup rangkaian acara dengan menyampaikan rumusan rekomendasi akhir forum. Dengan demikian para peserta menyepakati pembentukan forum koordinasi demi mewujudkan tata kelola berkeadilan.(ar)









