Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat untuk menjaga kelancaran layanan pencetakan KTP elektronik (e-KTP) yang sempat terancam terganggu akibat menipisnya persediaan ribbon atau pita tinta.
Pemkot menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp300 juta untuk pengadaan tambahan ribbon.
Pengadaan Ribbon untuk Menjaga Layanan Publik
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi, Nirwan, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membeli sekitar 65 ribbon pencetakan e-KTP.
Ia menyebutkan bahwa jumlah tersebut mungkin cukup untuk mencetak sekitar 30 ribu keping KTP elektronik.
Nirwan menegaskan bahwa pengadaan ini agar pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan tanpa hambatan di Kota Jambi.
Dampak Keterbatasan Ribbon di Lapangan
Sebelumnya, keterbatasan ribbon membuat layanan pencetakan e-KTP di tingkat kelurahan tidak dapat beroperasi.
Akibatnya, masyarakat harus datang langsung ke Kantor Dukcapil Kota Jambi untuk melakukan pencetakan.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan jumlah pemohon di kantor pusat dan membuat layanan menjadi lebih terpusat sementara waktu.
Pemulihan Layanan di Kelurahan
Pemerintah Kota Jambi menargetkan layanan pencetakan e-KTP di kelurahan dapat kembali berjalan pada pekan kedua Mei 2026.
Nirwan menyampaikan bahwa jika proses pengadaan berjalan lancar, distribusi ribbon baru akan segera dilakukan agar pelayanan bisa kembali normal.
Ia menegaskan bahwa Pemkot berupaya agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor Dukcapil untuk mengurus pencetakan e-KTP.
Ketersediaan Blanko Tetap Stabil
Selain ribbon, Nirwan memastikan bahwa ketersediaan blanko e-KTP masih aman. Pemerintah pusat secara rutin mengirimkan blanko setiap minggu, sehingga kebutuhan pencetakan tetap terpenuhi.
“Blanko masih aman karena dikirim secara berkala dari pusat, dan kami mengambilnya setiap minggu,” ujarnya.
Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Dengan adanya tambahan ribbon ini, Pemerintah Kota Jambi berharap layanan administrasi kependudukan kembali berjalan optimal di seluruh kelurahan.
Pemkot juga menargetkan antrean pencetakan e-KTP dapat berkurang dan pelayanan menjadi lebih cepat serta merata bagi masyarakat.(ar)









