Beasiswa Kedokteran Jepang 2027 Kembali Dibuka untuk Mahasiswa ASEAN

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

program The ASEAN-Japan Medical Scholarship Programme 2027.( AI)

program The ASEAN-Japan Medical Scholarship Programme 2027.( AI)

Jakarta, oegopost.id – Beasiswa kedokteran Jepang 2027 kembali dibuka melalui program The ASEAN-Japan Medical Scholarship Programme. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 kedokteran dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, untuk melanjutkan studi di Jepang dengan fasilitas lengkap.

Program beasiswa kedokteran Jepang 2027 ini diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia bersama Ministry of Health, Labour and Welfare Jepang. Melalui program ini, penyelenggara menyiapkan peserta menjadi dokter dan tenaga kesehatan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Selain itu, program ini bertujuan meningkatkan standar medis di kawasan ASEAN. Di sisi lain, program ini juga berupaya mengurangi kesenjangan layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan.

Komitmen Ketat bagi Penerima Beasiswa

Namun demikian, penerima beasiswa wajib menjalankan komitmen penuh selama masa studi. Mereka tidak diperkenankan mengundurkan diri ataupun mengulang mata kuliah.

Apabila aturan ini dilanggar, penerima harus mengembalikan seluruh dana beasiswa, termasuk yang telah dibayarkan langsung ke universitas di Jepang. Meski begitu, penyelenggara masih memberikan pengecualian dalam kondisi tertentu, seperti masalah kesehatan, asalkan mendapat persetujuan resmi.

Baca Juga :  mahasiswa Gen Z membaca jadi sorotan dosen di kampus

Fasilitas Beasiswa yang Ditawarkan

Program ini menyediakan berbagai fasilitas lengkap. Pertama, penerima memperoleh biaya pendidikan penuh. Kedua, mereka juga mendapatkan biaya hidup hingga 120.000 yen per bulan atau sekitar Rp13 juta. Tidak hanya itu, program ini juga mencakup tiket pesawat pulang-pergi, buku teks, serta asuransi kesehatan. Dengan fasilitas tersebut, peserta dapat fokus menjalani pendidikan tanpa beban finansial yang berat.

Sementara itu, durasi program berlangsung selama 6 tahun pendidikan kedokteran. Setelah itu, peserta melanjutkan 2 tahun pelatihan klinis di Jepang. Menariknya, selama masa pelatihan tersebut, peserta akan menerima gaji.

Dua Kategori Beasiswa

Program ini terbagi dalam dua kategori seleksi. Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Kategori A (Bahasa Inggris)

  • Batas pendaftaran: 30 April 2026
  • Seleksi dilakukan dalam bahasa Inggris
  • Peserta berasal dari mahasiswa tahun 1–2 di kampus ASEAN yang bekerja sama dengan ERIA
  • Kampus tujuan: International University of Health and Welfare
Baca Juga :  Lulusan Termuda UGM, dr. Istiqomah Katin Jadi Spesialis Anak di Usia 28 Tahun

2. Kategori B (Bahasa Inggris & Jepang)

  • Batas pendaftaran: 31 Agustus 2026
  • Seleksi menggunakan bahasa Inggris dan Jepang
  • Peserta khusus mahasiswi tahun 1–2 yang memiliki sertifikat JLPT
  • Kampus tujuan: Tokyo Women’s Medical University

Untuk mendaftar, pelamar perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting. Di antaranya:

  • Formulir pendaftaran
  • Transkrip akademik kuliah dan SMA yang telah dilegalisasi
  • Ijazah SMA
  • Esai maksimal 1.000 kata
  • Surat rekomendasi
  • Sertifikat bahasa Inggris (opsional)
  • Sertifikat JLPT (wajib untuk kategori B)

Selanjutnya, proses seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap. Pertama, panitia melakukan seleksi berkas. Kemudian, kandidat yang lolos mengikuti wawancara online dengan ERIA. Setelah itu, panitia mengumumkan peserta terpilih. Berikutnya, universitas akan melakukan seleksi lanjutan. Khusus untuk kategori A, peserta akan mengikuti program bahasa Jepang sebelum kuliah. Akhirnya, peserta yang lolos akan mulai perkuliahan pada April 2027. Sebagai tambahan, seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua
Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3
Kemenag Mulai Salurkan Insentif Guru Non ASN di Madrasah, Ini Syaratny!
Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia
Lulusan Termuda UGM, dr. Istiqomah Katin Jadi Spesialis Anak di Usia 28 Tahun
Kisah peserta UTBK SNBT Unair: Terbang Ribuan Kilometer Demi PTN Impian
Kisah Dika di GSA 2025: Dari Praktik Teknik ke Inovasi Berbasis AI
Dua Wanita Diduga Joki UTBK SNBT 2026 di Unsulbar Ditangkap
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:46 WIB

Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua

Selasa, 28 April 2026 - 08:00 WIB

Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3

Senin, 27 April 2026 - 10:00 WIB

Kemenag Mulai Salurkan Insentif Guru Non ASN di Madrasah, Ini Syaratny!

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

Beasiswa Kedokteran Jepang 2027 Kembali Dibuka untuk Mahasiswa ASEAN

Sabtu, 25 April 2026 - 13:00 WIB

Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB