Kisah peserta UTBK SNBT Unair: Terbang Ribuan Kilometer Demi PTN Impian

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua peserta UTBK SNBT di Universitas Airlangga menunjukkan perjuangan berbeda, mulai dari terbang ribuan kilometer hingga hidup mandiri di perantauan demi PTN impian. ( Poto : detikedu/unair )

Dua peserta UTBK SNBT di Universitas Airlangga menunjukkan perjuangan berbeda, mulai dari terbang ribuan kilometer hingga hidup mandiri di perantauan demi PTN impian. ( Poto : detikedu/unair )

Surabaya, oegopost.id – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) kembali menghadirkan berbagai kisah perjuangan dari para peserta di seluruh Indonesia. Di Pusat UTBK Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, sejumlah peserta menunjukkan tekad kuat demi meraih kursi di perguruan tinggi negeri impian mereka.

Kesya Tempuh Perjalanan Udara 8 Jam Demi UTBK

Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah besar dengan terbang ke Surabaya untuk mengikuti UTBK. Ia menempuh perjalanan udara sekitar delapan jam demi bisa mengikuti ujian di kampus yang sejak lama ia idamkan, yaitu Universitas Airlangga.

Setelah tiba di Surabaya, Kesya tinggal di rumah neneknya selama masa ujian berlangsung. Ini menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di kota tersebut. Kesya mengaku sangat antusias dapat mengikuti UTBK langsung di Unair. Ia menyebut kampus tersebut sebagai tujuan utama yang ingin ia capai sejak lama. Dalam seleksi ini, ia memilih program studi Ekonomi dan Keperawatan.

Baca Juga :  Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia

Untuk menghadapi ujian, Kesya mempersiapkan diri dengan belajar secara konsisten sejak duduk di kelas 12. Ia terus meningkatkan kemampuannya agar lebih siap menghadapi soal UTBK. Setelah menyelesaikan ujian, Kesya merasa lega karena mampu mengerjakan seluruh soal tanpa kendala berarti. Ia kini menunggu hasil dengan harapan dapat lolos ke perguruan tinggi negeri yang diimpikannya.

Bintang Jalani UTBK dengan Kemandirian di Kota Perantauan

Kisah inspiratif lainnya datang dari Bintang Destriana Rante Kombong Padondan. Berbeda dengan Kesya yang melakukan perjalanan jauh, Bintang sudah lebih dulu menjalani kehidupan sebagai perantau di Surabaya untuk menempuh pendidikan.

Bintang berasal dari Kalimantan Timur dan sudah terbiasa hidup mandiri sejak duduk di bangku SMA. Ia tinggal di asrama sehingga harus mengatur kehidupan sehari-harinya tanpa banyak bergantung pada keluarga. Dalam persiapan UTBK, Bintang memanfaatkan bimbingan belajar yang disediakan oleh sekolahnya. Ia berusaha maksimal agar bisa lolos ke program studi Hukum Universitas Airlangga.

Baca Juga :  Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua

Bintang menyampaikan bahwa ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan kualitas yang baik dan reputasi yang kuat.

Pesan untuk Peserta UTBK Lainnya

Selain menceritakan pengalamannya, Bintang juga memberikan motivasi kepada peserta UTBK lainnya. Ia mengingatkan agar peserta tetap tenang saat mengerjakan soal dan tidak terlalu terbebani.Ia menyarankan agar peserta mengerjakan soal dengan santai, tanpa tekanan berlebihan, lalu melupakan hasilnya setelah selesai.

Kisah peserta UTBK SNBT Unair ini menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan menuju perguruan tinggi negeri membutuhkan tekad dan usaha yang kuat. Ada yang harus menempuh perjalanan jauh, ada pula yang berjuang dengan kemandirian di tanah rantau. Namun keduanya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih pendidikan tinggi di kampus impian mereka.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua
Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3
Kemenag Mulai Salurkan Insentif Guru Non ASN di Madrasah, Ini Syaratny!
Beasiswa Kedokteran Jepang 2027 Kembali Dibuka untuk Mahasiswa ASEAN
Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia
Lulusan Termuda UGM, dr. Istiqomah Katin Jadi Spesialis Anak di Usia 28 Tahun
Kisah Dika di GSA 2025: Dari Praktik Teknik ke Inovasi Berbasis AI
Dua Wanita Diduga Joki UTBK SNBT 2026 di Unsulbar Ditangkap
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:46 WIB

Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua

Selasa, 28 April 2026 - 08:00 WIB

Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3

Senin, 27 April 2026 - 10:00 WIB

Kemenag Mulai Salurkan Insentif Guru Non ASN di Madrasah, Ini Syaratny!

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

Beasiswa Kedokteran Jepang 2027 Kembali Dibuka untuk Mahasiswa ASEAN

Sabtu, 25 April 2026 - 13:00 WIB

Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB