Surabaya, oegopost.id – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) kembali menghadirkan berbagai kisah perjuangan dari para peserta di seluruh Indonesia. Di Pusat UTBK Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, sejumlah peserta menunjukkan tekad kuat demi meraih kursi di perguruan tinggi negeri impian mereka.
Kesya Tempuh Perjalanan Udara 8 Jam Demi UTBK
Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, mengambil langkah besar dengan terbang ke Surabaya untuk mengikuti UTBK. Ia menempuh perjalanan udara sekitar delapan jam demi bisa mengikuti ujian di kampus yang sejak lama ia idamkan, yaitu Universitas Airlangga.
Setelah tiba di Surabaya, Kesya tinggal di rumah neneknya selama masa ujian berlangsung. Ini menjadi pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di kota tersebut. Kesya mengaku sangat antusias dapat mengikuti UTBK langsung di Unair. Ia menyebut kampus tersebut sebagai tujuan utama yang ingin ia capai sejak lama. Dalam seleksi ini, ia memilih program studi Ekonomi dan Keperawatan.
Untuk menghadapi ujian, Kesya mempersiapkan diri dengan belajar secara konsisten sejak duduk di kelas 12. Ia terus meningkatkan kemampuannya agar lebih siap menghadapi soal UTBK. Setelah menyelesaikan ujian, Kesya merasa lega karena mampu mengerjakan seluruh soal tanpa kendala berarti. Ia kini menunggu hasil dengan harapan dapat lolos ke perguruan tinggi negeri yang diimpikannya.
Bintang Jalani UTBK dengan Kemandirian di Kota Perantauan
Kisah inspiratif lainnya datang dari Bintang Destriana Rante Kombong Padondan. Berbeda dengan Kesya yang melakukan perjalanan jauh, Bintang sudah lebih dulu menjalani kehidupan sebagai perantau di Surabaya untuk menempuh pendidikan.
Bintang berasal dari Kalimantan Timur dan sudah terbiasa hidup mandiri sejak duduk di bangku SMA. Ia tinggal di asrama sehingga harus mengatur kehidupan sehari-harinya tanpa banyak bergantung pada keluarga. Dalam persiapan UTBK, Bintang memanfaatkan bimbingan belajar yang disediakan oleh sekolahnya. Ia berusaha maksimal agar bisa lolos ke program studi Hukum Universitas Airlangga.
Bintang menyampaikan bahwa ia ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan kualitas yang baik dan reputasi yang kuat.
Pesan untuk Peserta UTBK Lainnya
Selain menceritakan pengalamannya, Bintang juga memberikan motivasi kepada peserta UTBK lainnya. Ia mengingatkan agar peserta tetap tenang saat mengerjakan soal dan tidak terlalu terbebani.Ia menyarankan agar peserta mengerjakan soal dengan santai, tanpa tekanan berlebihan, lalu melupakan hasilnya setelah selesai.
Kisah peserta UTBK SNBT Unair ini menjadi gambaran nyata bahwa perjuangan menuju perguruan tinggi negeri membutuhkan tekad dan usaha yang kuat. Ada yang harus menempuh perjalanan jauh, ada pula yang berjuang dengan kemandirian di tanah rantau. Namun keduanya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu meraih pendidikan tinggi di kampus impian mereka.***









