mahasiswa Gen Z membaca jadi sorotan dosen di kampus

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Gen Z kesulitan membaca teks akademik menjadi sorotan dosen dan memicu perubahan metode belajar di kampus.( Ilustrasi Poto : ig.@jemberyangitu ).

Mahasiswa Gen Z kesulitan membaca teks akademik menjadi sorotan dosen dan memicu perubahan metode belajar di kampus.( Ilustrasi Poto : ig.@jemberyangitu ).

Jakarta, oegopost.id – Sejumlah dosen di perguruan tinggi melaporkan penurunan kemampuan membaca pada mahasiswa Generasi Z. Mereka menilai banyak mahasiswa kesulitan memahami teks akademik yang panjang dan kompleks. Kondisi ini membuat proses perkuliahan berjalan lebih lambat dari standar yang seharusnya.

Mahasiswa Lebih Terbiasa Konten Cepat

Dosen mengamati bahwa mahasiswa lebih sering mengonsumsi informasi dari media sosial berbentuk video pendek dan ringkasan instan. Kebiasaan tersebut membuat mahasiswa jarang melatih kemampuan membaca mendalam. Akibatnya, mereka kesulitan ketika harus menghadapi bacaan akademik yang membutuhkan fokus tinggi.

Baca Juga :  Laboratorium Terpadu UNJA Jalani Asesmen Surveilans ISO 17025, Perkuat Standar Internasional Riset

Untuk menyesuaikan kondisi tersebut, sejumlah dosen mengubah metode pengajaran di kelas. Mereka membacakan materi secara langsung dan menjelaskan isi teks secara bertahap. Langkah ini mereka lakukan agar mahasiswa tetap dapat mengikuti materi perkuliahan dengan baik.

Sistem Pendidikan dan Teknologi Jadi Sorotan

Pengamat pendidikan menilai perubahan pola belajar ini tidak lepas dari pengaruh sistem pendidikan dan perkembangan teknologi. Mereka menyoroti meningkatnya ketergantungan mahasiswa pada ringkasan digital dan alat bantu berbasis teknologi. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis jika tidak diimbangi dengan latihan membaca.

Baca Juga :  MAN IC Serpong Jadi Madrasah IB Pertama di Indonesia

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas literasi generasi muda di masa depan. Para pendidik mendorong mahasiswa untuk kembali membiasakan diri membaca teks panjang secara mandiri. Mereka juga menekankan pentingnya keseimbangan antara teknologi dan kemampuan dasar membaca.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UBR Jambi Siapkan Strategi Baru Gaet Mahasiswa Melalui Workshop Marketing
Daftar 20 SD Terbaik di Kabupaten Kerinci Resmi Dirilis
Siswa MAN 1 Sungai Penuh Raih Prestasi Duta Generasi Hijau
Sadia Amjad Mahasiswi Pakistan Lulus Cum Laude IPK 3,98 UNJA
SMAN 1 Sungai Penuh Gelar Sosialisasi TKA Bersama Orang Tua Siswa
Wali Kota Jambi Perpanjang PJJ Karena Polusi Udara
UNJA Luluskan 1.199 Wisudawan pada Wisuda Ke-125 Semester Ganjil
Kanwil Kemenkum Jambi Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa POLTEKPIN 2026 di SMAN Titian Teras
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

UBR Jambi Siapkan Strategi Baru Gaet Mahasiswa Melalui Workshop Marketing

Sabtu, 5 September 2026 - 11:35 WIB

Daftar 20 SD Terbaik di Kabupaten Kerinci Resmi Dirilis

Jumat, 4 September 2026 - 13:19 WIB

Siswa MAN 1 Sungai Penuh Raih Prestasi Duta Generasi Hijau

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WIB

Sadia Amjad Mahasiswi Pakistan Lulus Cum Laude IPK 3,98 UNJA

Rabu, 2 September 2026 - 11:12 WIB

SMAN 1 Sungai Penuh Gelar Sosialisasi TKA Bersama Orang Tua Siswa

Berita Terbaru

Ratusan warga mengikuti Salat Istisqa di tengah kabut asap dan kemarau di Kumpeh Ulu, Muaro Jambi.(poto: jambiprima.com).

Islami

Warga Muaro Jambi Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:35 WIB