Lulusan Termuda UGM, dr. Istiqomah Katin Jadi Spesialis Anak di Usia 28 Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Gadjah Mada menggelar Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada 22–23 April.( Poto : Universitas Gajah Mada ).

Universitas Gadjah Mada menggelar Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada 22–23 April.( Poto : Universitas Gajah Mada ).

Jakarta, oegopost.id – Universitas Gadjah Mada menggelar Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2025/2026 pada 22–23 April. Dalam kegiatan tersebut, UGM mewisuda 1.638 lulusan yang terdiri atas 1.388 magister (S2), 83 spesialis, 21 subspesialis, dan 146 doktor (S3).

Di antara para wisudawan, dr. Istiqomah Katin, Sp.A., mencuri perhatian sebagai lulusan termuda dari program spesialis. Ia meraih gelar tersebut di usia 28 tahun 6 bulan, jauh lebih muda dibandingkan rata-rata usia lulusan spesialis yang mencapai 34 tahun 5 bulan.

Konsisten Sejak Muda

Isti, sapaan akrabnya, berasal dari Bengkulu dan menjadi anak pertama di keluarganya. Ia menunjukkan konsistensi dalam pendidikan sejak usia dini. Ia mengikuti program akselerasi saat SMP dan SMA, lalu menyelesaikan pendidikan dokter pada tahun 2019.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai dokter umum sekaligus dosen di salah satu universitas negeri di Bengkulu. Namun, ia memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pada tahun 2022, ia mulai menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM.

Baca Juga :  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Fokus pada Ilmu Kesehatan Anak

Isti menaruh minat besar pada bidang kesehatan anak sejak awal. Ia juga mempertimbangkan kebutuhan dokter spesialis anak yang masih tinggi di daerah asalnya sebagai alasan utama memilih bidang tersebut.

Selama menjalani pendidikan, ia mengikuti program double degree. Program ini mengharuskannya menyusun dua tesis dengan fokus yang sama, yaitu neonatologi. Ia meneliti hiperbilirubinemia pada neonatus sebagai topik utama.

Tidak Mengejar Predikat

Isti tidak menjadikan predikat lulusan termuda sebagai target. Ia memilih fokus menjalani setiap proses pendidikan dengan konsisten. Ia mengaku tidak menyangka akan meraih predikat tersebut.

Ia merasa bersyukur atas pencapaian itu dan menilai keberhasilannya berasal dari konsistensi dalam menjalani setiap tahapan, bukan karena ambisi menjadi yang tercepat.Selama menempuh pendidikan spesialis, Isti menghadapi berbagai tantangan. Ia harus menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik dan tanggung jawab klinis yang lebih berat.

Baca Juga :  mahasiswa Gen Z membaca jadi sorotan dosen di kampus

Selain itu, ia juga beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru di Yogyakarta. Ia mampu melewati semua tantangan tersebut berkat dukungan keluarga, teman sejawat, dan para supervisor.

Pesan untuk Mahasiswa

Isti mengajak mahasiswa untuk menjaga konsistensi dan niat sejak awal. Ia menegaskan bahwa pendidikan spesialis membutuhkan proses panjang, ketahanan, dan tujuan yang jelas.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terlalu berfokus menjadi yang tercepat. Menurutnya, mahasiswa perlu menjalani setiap tahap dengan maksimal. Ia menekankan pentingnya support system dalam menyelesaikan pendidikan.

Di akhir, Isti mengajak semua mahasiswa untuk menikmati proses belajar. Ia percaya setiap tahapan akan memberikan pelajaran berharga. Ia berharap para lulusan UGM mampu memberikan manfaat, menunjukkan integritas, serta memiliki empati dan kepedulian terhadap masyarakat.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua
Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3
Kemenag Mulai Salurkan Insentif Guru Non ASN di Madrasah, Ini Syaratny!
Beasiswa Kedokteran Jepang 2027 Kembali Dibuka untuk Mahasiswa ASEAN
Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia
Kisah peserta UTBK SNBT Unair: Terbang Ribuan Kilometer Demi PTN Impian
Kisah Dika di GSA 2025: Dari Praktik Teknik ke Inovasi Berbasis AI
Dua Wanita Diduga Joki UTBK SNBT 2026 di Unsulbar Ditangkap
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:46 WIB

Hardiknas 2026: Logo Resmi Diluncurkan, Fokus Transformasi Pendidikan untuk Semua

Selasa, 28 April 2026 - 08:00 WIB

Kemendiktisaintek Buka Beasiswa Tut Wuri Handayani 2026, PNS Bisa Kuliah Gratis S2-S3

Senin, 27 April 2026 - 10:00 WIB

Kemenag Mulai Salurkan Insentif Guru Non ASN di Madrasah, Ini Syaratny!

Minggu, 26 April 2026 - 12:00 WIB

Beasiswa Kedokteran Jepang 2027 Kembali Dibuka untuk Mahasiswa ASEAN

Sabtu, 25 April 2026 - 13:00 WIB

Universitas terbaik Indonesia THE AUR 2026: Ini Daftar 10 Kampus Teratas di Asia

Berita Terbaru

Banjir merendam 5 kecamatan dan 26 desa, dengan total 1.552 rumah terdampak.( Poto : kabar sarolangun.com).

Daerah

Banjir Rendam 26 Desa di Sarolangun, 1.552 Rumah Terdampak

Selasa, 28 Apr 2026 - 19:00 WIB