Sarolangun, oegopost.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi sejak Sabtu (25/4) sore hingga Minggu (26/4) dini hari memicu banjir Sarolangun Jambi 2026 di sejumlah wilayah. Luapan Sungai Batang Asai dan Sungai Batang Tembesi menyebabkan permukiman warga terendam dan ratusan warga mengungsi.
BPBD Sarolangun masih melakukan pendataan dampak banjir Sarolangun Jambi 2026 di lapangan untuk menghitung jumlah korban dan kerugian. BPBD Sarolangun masih melakukan pendataan di lokasi terdampak untuk mengetahui jumlah kerugian dan warga yang terdampak secara menyeluruh. Kepala Pelaksana BPBD Sarolangun, Solahudin Nopri, menjelaskan bahwa banjir mulai meluas pada malam hari. Air mulai naik sekitar pukul 22.00 WIB dan mencapai puncaknya pada 00.30 WIB.
Ia menyebut beberapa desa di Kecamatan Batang Asai, Cermin Nang Gedang, dan Bathin VIII terdampak langsung akibat luapan sungai tersebut.
Jembatan Roboh dan Puluhan Rumah Rusak
Camat Batang Asai, Asmiati, melaporkan bahwa banjir melanda tujuh desa di wilayahnya. Arus air yang deras juga menghancurkan satu jembatan penghubung antar-dusun. Di Desa Pekan Gedang, warga kehilangan dua rumah yang hanyut terbawa arus. Selain itu, dua rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Sebanyak 93 kepala keluarga ikut terdampak banjir.
Asmiati juga mencatat kerusakan di beberapa desa lainnya. Di Desa Pulau Salak Baru, air merendam 12 rumah. Di Desa Paniban, sebanyak 30 rumah terdampak, sedangkan Desa Batu Empang mencatat 19 bangunan terendam. Selain itu, 14 rumah di Desa Muara Pemuat dan tujuh rumah di Desa Simpang Narso juga ikut terdampak banjir.
Banjir Batang Tembesi Rendam Teluk Kecimbung
Di Kecamatan Bathin VIII, banjir juga melanda Desa Teluk Kecimbung akibat luapan Sungai Batang Tembesi. Kepala Desa Abu Nawas menyebut air mulai naik sejak pukul 01.00 WIB dan terus meningkat hingga pagi hari. Ketinggian air bahkan mencapai sekitar dua meter dan merendam rumah warga hingga badan jalan, sehingga akses transportasi terputus di beberapa titik. Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk penanganan lebih lanjut. Tim BPBD dan SAR bergerak menuju lokasi untuk membantu evakuasi dan pendataan. Sementara itu, sebagian warga melakukan evakuasi secara mandiri karena sejumlah akses jalan masih belum bisa dilalui akibat genangan air.***









