Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik.( Poto : Nissan Indonesia ).

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Peralihan ke Kendaraan Listrik.( Poto : Nissan Indonesia ).

Jakarta, oegopost.id – Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kelompok konsumen menengah ke atas mulai merasakan dampak langsung dari naiknya harga BBM seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Menurut Bhima, kenaikan tersebut membuat biaya operasional kendaraan berbahan bakar fosil semakin tinggi. Kondisi ini kemudian mendorong sebagian masyarakat untuk mencari alternatif transportasi yang lebih efisien.

Kendaraan Listrik Mulai Jadi Pilihan Konsumen Menengah ke Atas

Bhima menyebut konsumen kelas menengah ke atas menjadi kelompok yang paling cepat mempertimbangkan peralihan ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ia menilai kelompok ini memiliki daya beli yang lebih kuat dibanding kelas menengah, sehingga lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan harga energi.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan di Jambi Naik ke Rp8,55 Juta per Mayam, Antam Ikut Menguat

Ia juga menegaskan bahwa EV menawarkan efisiensi biaya dalam jangka panjang. Pengguna kendaraan listrik dapat menekan pengeluaran bahan bakar dan perawatan jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak.

Kendala Harga dan Insentif Masih Menjadi Tantangan

Meski minat terhadap EV meningkat, Bhima menilai masyarakat kelas menengah masih menghadapi kendala besar. Ia menyebut harga kendaraan listrik yang masih relatif tinggi menjadi penghambat utama.

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan insentif pemerintah yang belum stabil. Perubahan insentif pada 2026 serta gangguan rantai pasok global ikut mempengaruhi harga kendaraan listrik di pasar.

Baca Juga :  QR Code MyPertamina Bermasalah, Status “Bukan Penerima Subsidi” Picu Kebingungan Pengguna BBM

Harga BBM Mengikuti Mekanisme Pasar

Di sisi lain, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) terus menyesuaikan harga BBM nonsubsidi berdasarkan pergerakan harga minyak dunia. Mekanisme ini membuat harga BBM dapat berubah sesuai kondisi pasar global.

Kesimpulan

Bhima menilai tren kenaikan BBM nonsubsidi berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia, terutama pada kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih tinggi. Namun, ia menekankan bahwa dukungan kebijakan dan stabilitas harga EV tetap menjadi faktor penting untuk mempercepat transisi energi di sektor transportasi.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi
BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital
Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:45 WIB

Gubernur Al Haris Buka HLM TP2DD 2026, Dorong Digitalisasi Ekonomi dan Wisata Muaro Jambi

Rabu, 2 September 2026 - 09:30 WIB

BI Jambi Gelar Gentala Arasi 2026 di Muaro Jambi Dorong Ekonomi Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Berita Terbaru