Rupiah Tembus Rekor Terendah Rp17.721 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.( Poto : IDN TIME ).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.( Poto : IDN TIME ).

Jakarta, oegopost.id – Nilai tukar rupiah dolar AS kembali melemah tajam pada perdagangan Rabu (20/5/2026) pagi.

Mata uang Garuda turun hingga menyentuh Rp17.721 per dolar AS di pasar spot dan mencatat rekor terendah sepanjang sejarah.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya.

Tekanan ini muncul seiring meningkatnya ketidakpastian global yang terus memengaruhi pasar keuangan.

Pada awal perdagangan, dolar AS langsung menguat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Investor global memilih dolar sebagai aset aman di tengah situasi pasar yang tidak stabil.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat memperkuat posisi dolar. Kondisi ini mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang.

Mata Uang Asia Bergerak Bervariasi

Sejumlah mata uang Asia justru menguat pada perdagangan pagi hingga pukul 09.13 WIB. Pergerakan ini menunjukkan kondisi pasar yang tidak seragam di kawasan Asia.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Baht Thailand menguat 0,01 persen
  • Peso Filipina menguat 0,02 persen
  • Won Korea menguat 0,33 persen
  • Yen Jepang menguat 0,05 persen
  • Rupee India melemah 0,18 persen
Baca Juga :  Impor Nafta dari Amerika Serikat Tiba Pertengahan Mei 2026, Pemerintah Amankan Pasokan Industri

Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa faktor domestik masih sangat memengaruhi masing-masing negara.

Ketegangan Geopolitik Dorong Tekanan Tambahan

Analis mata uang Lukman Leong menilai ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, ikut menekan rupiah.

Konflik yang belum mereda mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperburuk sentimen pasar.

Kenaikan harga minyak kemudian meningkatkan inflasi global dan memperkuat dolar AS. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang semakin tertekan.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian kesepakatan perdamaian Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah, imbal hasil obligasi AS, dan indeks dolar AS,” ujar Lukman.

Pelaku pasar kini menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar hari ini.

Investor berharap bank sentral merespons tekanan global dengan kebijakan suku bunga yang tepat.

Jika bank sentral menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi, rupiah berpotensi mendapat dukungan dalam jangka pendek. Pasar akan langsung bereaksi terhadap arah kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Jambi 4,93%: Kenapa Kesejahteraan Belum Merata?

Kebijakan Fiskal Pemerintah Ikut Jadi Sorotan

Selain kebijakan moneter, pasar juga memantau pidato Presiden Prabowo Subianto terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027.

Investor menilai arah kebijakan fiskal sangat penting karena menentukan kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Analis memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pergerakan ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar.

Faktor eksternal seperti dolar AS dan geopolitik masih mendominasi arah pergerakan rupiah. Sementara itu, kebijakan domestik berperan sebagai penyeimbang.

Kesimpulan 

Rupiah yang menembus rekor terendah menunjukkan dominasi faktor eksternal dalam pasar valuta asing.

Penguatan dolar AS, ketegangan geopolitik, dan ekspektasi suku bunga AS terus menekan mata uang negara berkembang.

Ke depan, keputusan Bank Indonesia dan arah kebijakan fiskal Presiden Prabowo Subianto akan menentukan arah stabilitas rupiah di tengah tekanan global yang masih kuat.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi
Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026
IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026
BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali
Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi
Sekda Muaro Jambi Hadiri Pembukaan Festival Budaya Pusparagam Negeriku
Inkubator Bisnis UNJA Latih Puluhan UMKM
Sutan Adil Hendra Tegaskan Koperasi Merah Putih Jambi Siap Perkuat Usaha Lokal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Dosen UNJA Pelopori Pelatihan Olahan Jamur Tiram untuk Tingkatkan Ekonomi Warga Legok Jambi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ekspor Karet Provinsi Jambi Melonjak Melesat Pada Juni 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:00 WIB

IPH Kabupaten Merangin Turun Minus 0,73 Persen Pada Pekan Kelima Juli 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:27 WIB

BPS Jambi Catat Inflasi Tahunan Juli 2026 Sebesar 3,25 Persen, Ekonomi Tetap Terkendali

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Revitalisasi Sungai Batang Hari Tingkatkan Ekonomi Jambi

Berita Terbaru