Batang Hari, oegopost.id – Kabupaten Batang Hari mencatat sebanyak 27 desa di wilayahnya hingga saat ini belum menikmati layanan listrik dari PLN. Kondisi ini tersebar di delapan kecamatan dan memengaruhi sekitar 3.848 kepala keluarga. Pemerintah daerah terus memetakan wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik untuk mempercepat pemerataan energi di daerah tersebut.
Warga di desa-desa itu masih menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dukungan listrik permanen. Mereka mengandalkan penerangan tradisional dan sumber listrik terbatas untuk kebutuhan penting, terutama pada malam hari.
Medan Sulit dan Jarak Jauh Jadi Kendala Utama
Dalam penjelasannya Pemerintah daerah menjelaskan bahwa kondisi geografis menjadi tantangan terbesar dalam memperluas jaringan listrik. Banyak desa berada di wilayah terpencil, memiliki akses jalan yang sulit, serta berjarak cukup jauh dari jaringan induk PLN.
Petugas di lapangan juga menghadapi hambatan saat melakukan survei dan pembangunan infrastruktur listrik. Mereka harus menyesuaikan kondisi alam, termasuk medan hutan, sungai, dan perbukitan yang menghambat proses pemasangan tiang dan kabel listrik.
Warga Masih Bergantung pada Lampu Minyak dan Genset
Karena belum tersambung listrik PLN, warga di 27 desa tersebut masih menggunakan lampu minyak sebagai sumber penerangan utama pada malam hari. Sebagian warga juga memanfaatkan genset, namun mereka hanya menggunakannya pada waktu tertentu karena keterbatasan bahan bakar dan biaya operasional yang tinggi.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat berjalan tidak optimal. Anak-anak kesulitan belajar pada malam hari, sementara pelaku usaha kecil tidak bisa mengembangkan kegiatan ekonomi secara maksimal. Selain itu, layanan kesehatan di tingkat desa juga mengalami keterbatasan dalam penggunaan alat medis berbasis listrik.
Dorong Percepatan Program Listrik Masuk Desa
Pemerintah Kabupaten Batang Hari terus berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat pembangunan jaringan listrik di desa-desa yang belum teraliri. Pemerintah daerah juga mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat melalui berbagai jalur, termasuk aspirasi anggota DPR RI.
Selain itu, pemerintah daerah mendorong program listrik masuk desa agar seluruh masyarakat dapat segera menikmati akses energi yang layak. Mereka menargetkan pemerataan listrik dapat meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi desa di Batang Hari yang hidup dalam kegelapan dalam beberapa tahun ke depan.***









