Muaro Jambi, oegopost.id – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi kembali menegaskan pentingnya peran dakwah dan pendidikan pesantren dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menyampaikan saat menghadiri Tasyakuran Pondok Pesantren Mambaul Hidayah Al Islamy sekaligus pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sekernan periode 2026–2031, Minggu (10/5/2026).
Selain itu, kegiatan tersebut berlangsung di RT 08 Desa Berembang, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.
Dalam acara ini turut hadir Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus NU, serta ratusan tamu undangan.
Pesantren Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda
Selanjutnya, Bupati Bambang Bayu Suseno menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan moral dan pembinaan umat.
Ia menambahkan bahwa pesantren mampu membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus perubahan sosial.
Di samping itu, ia menyoroti berbagai ancaman yang mengintai generasi muda, seperti narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.
Oleh karena itu, ia menilai pesantren menjadi benteng penting untuk mencegah generasi muda terjerumus ke dalam perilaku negatif.
Dorongan Penguatan Ukhuwah dan Toleransi
Lebih lanjut, Bupati mengajak masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga toleransi antarwarga.
Menurutnya, kedua hal tersebut sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Dengan demikian, ia menekankan bahwa dakwah dan pendidikan keagamaan dapat melahirkan generasi muda yang religius, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Sinergi Ulama, Pemerintah, dan Masyarakat
Kemudian, rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan istighotsah, lalu sambutan para tokoh, tausiyah keagamaan, serta pelantikan pengurus MWCNU Kecamatan Sekernan.
Selain itu, organisasi Nahdlatul Ulama Nahdlatul Ulama terus berperan aktif dalam memperkuat nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Akhirnya, kegiatan ini memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan adanya kerja sama tersebut, pembangunan daerah di Kabupaten Muaro Jambi nantinya semakin religius, harmonis, dan kondusif.(ar)









