pasar karbon Jambi, program BioCF-ISFL Jambi, ekonomi hijau Jambi, penurunan emisi Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jambi berpeluang masuk pasar karbon global melalui program BioCF-ISFL yang mendorong ekonomi hijau. ( Poto : ANTARA )

Jambi berpeluang masuk pasar karbon global melalui program BioCF-ISFL yang mendorong ekonomi hijau. ( Poto : ANTARA )

Jambi, oegopost.id – Provinsi Jambi membuka peluang besar untuk masuk ke pasar karbon global melalui implementasi program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF-ISFL) yang didukung Bank Dunia.

Pemerintah daerah melihat program ini sebagai langkah strategis untuk menciptakan sumber pendapatan baru berbasis lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan hal tersebut saat menghadiri closing meeting penerusan hibah fase prainvestasi BioCF-ISFL tahun 2022–2026 di Kota Jambi, Senin.

Program BioCF-ISFL Dorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan BioCF-ISFL sebagai program global yang mendorong pengelolaan lahan hutan secara berkelanjutan dengan pendekatan terpadu.

Program ini tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menghubungkan konservasi dengan manfaat ekonomi masyarakat.

Abdullah Sani menegaskan bahwa program ini mengubah cara pandang pembangunan. Ia menyebut menjaga hutan kini tidak lagi menjadi beban, tetapi justru menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenkum Jambi Lantik Pejabat dan PNS Baru, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Potensi Ekonomi Karbon Capai 70 Juta Dolar AS

Pemerintah Provinsi Jambi menghitung potensi pendapatan dari skema BioCF-ISFL mencapai sekitar 70 juta dolar AS.

Angka ini berasal dari target penurunan emisi sebesar 10 juta ton COe dengan asumsi harga karbon 7 dolar AS per ton COe. Bahkan, pemerintah menilai nilai tersebut masih bisa meningkat.

Masyarakat Jadi Penerima Manfaat Langsung

Pemerintah daerah menyalurkan manfaat ekonomi program ini langsung kepada masyarakat. Petani dan warga sekitar hutan akan menerima insentif, pengembangan sistem agroforestry, serta peluang usaha baru di sektor ekowisata dan ekonomi hijau.

Program ini juga mendorong tumbuhnya usaha berbasis lingkungan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Jambi Siap Jadi Percontohan Nasional

Abdullah Sani menilai Jambi memiliki peluang besar menjadi daerah percontohan dalam penerapan penurunan emisi berbasis kinerja di Indonesia.

Baca Juga :  BBTNKS Turunkan Tim Tindak Laporan Kemunculan Harimau Sumatra di Kerinci

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam menjaga keseimbangan antara lingkungan dan ekonomi.

Pemerintah Provinsi Jambi juga menempatkan agenda penurunan emisi dan pengelolaan lanskap berkelanjutan sebagai bagian utama dari arah pembangunan daerah, bukan sekadar program sektoral.

Kekuatan Sumber Daya Hutan Jadi Modal Utama

Jambi memiliki lebih dari 2,1 juta hektare kawasan hutan dan lahan yang mencakup ekosistem gambut serta mangrove.

Kedua ekosistem ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan menyerap emisi karbon.

Pemerintah daerah menyebut kontribusi Jambi mencapai sekitar 10 persen dari target nasional penurunan emisi melalui berbagai program yang didukung pembiayaan daerah dan hibah internasional.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi
Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total
Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026
Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Berita Terbaru