Amerika Serikat, Oegopost.id – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengambil langkah diplomasi mengejutkan di tengah ancaman pecahnya perang baru. Atas restu Presiden Donald Trump, Vance mengirim surat langsung kepada tokoh garis keras paling berpengaruh di Teheran, Mohsen Rezaei.
Langkah berani ini bertujuan memetakan kesepahaman awal antara kedua negara yang berseteru. Washington berupaya menahan rencana serangan militer berskala besar yang terus Trump dengungkan menjelang pemilihan umum sela Kongres AS.
Misi Rahasia Menembus Tembok Garis Keras Teheran
Vance memilih menghubungi Rezaei, mantan komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang kini memimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Pejabat Gedung Putih memandang kubu garis keras memegang kendali penuh atas keputusan strategis militer di Teheran saat ini.
Surat tersebut membuka peluang dialog terkait bantuan medis dan kerangka damai tanpa langsung masuk ke proposal teknis. Pendekatan jalur belakang ini bahkan menggeser peran diplomat formal seperti Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Rezaei sendiri menegaskan bahwa Teheran menolak berunding jika Amerika Serikat belum memenuhi sejumlah syarat pokok. Sementara itu, militer Iran tetap menyiagakan seluruh armada tempur sembari membiarkan celah negosiasi tetap terbuka.
Taruhan Politik Pemilu Sela dan Sengketa Selat Hormuz
Di sisi lain, Trump terus melontarkan ancaman terbuka untuk menggempur fasilitas penting Iran dalam waktu dekat. Ia menuduh Teheran sengaja memperlambat proses pembicaraan untuk menunggu hasil pemilihan anggota legislatif di Washington.
Kekhawatiran politik domestik menjadi pemicu utama di balik manuver kilat Vance. Lonjakan harga bahan bakar minyak dunia akibat blokade Selat Hormuz memicu kemarahan pemilih dan mengancam suara Partai Republik di Kongres.
Meski demikian, jurang pemisah kedua negara masih sangat lebar. Washington mendesak pembongkaran program nuklir Iran sejak awal, sedangkan Teheran menuntut pencabutan blokade ekonomi pelabuhan secara instan sebelum menyepakati perdamaian permanen.(ar)









