Pertumbuhan Ekonomi Singapura 2026 Melambat di Bawah Target

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertumbuhan Ekonomi Singapura 2026 Melambat di Bawah Target ( Poto : ANTARA News )

Pertumbuhan Ekonomi Singapura 2026 Melambat di Bawah Target ( Poto : ANTARA News )

Jakarta, oegopost.id – Singapura menghadapi proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi pada 2026 setelah data terbaru menunjukkan hasil di bawah target sebelumnya. Kondisi ini mendorong Monetary Authority of Singapore (MAS) menyesuaikan arah kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi.

MAS memperkirakan kesenjangan output berada di sekitar nol persen. Angka ini menunjukkan ekonomi Singapura tidak tumbuh lebih cepat dari kapasitas potensialnya. Aktivitas ekonomi cenderung stabil namun tidak menunjukkan akselerasi yang kuat.

Biaya energi global tekan aktivitas ekonomi

Kenaikan harga energi global menekan kinerja ekonomi Singapura. Biaya impor yang lebih tinggi membuat pelaku usaha mengeluarkan lebih banyak dana untuk produksi dan distribusi.

Kondisi ini juga mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri. Perusahaan menyesuaikan harga untuk menutup kenaikan biaya operasional yang terus meningkat.

Baca Juga :  Keputusan Bank Sentral Pekan Depan Guncang Pasar

Gangguan rantai pasok ikut memperburuk tekanan

Gangguan rantai pasok global memperlambat distribusi barang dan meningkatkan biaya logistik. Pelaku usaha menghadapi tantangan dalam menjaga kelancaran pasokan bahan baku dan produk jadi.

Situasi ini memperkuat tekanan inflasi karena keterlambatan distribusi ikut mendorong kenaikan harga di berbagai sektor.

Bank sentral revisi proyeksi inflasi 2026

MAS menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2026. Bank sentral memperkirakan inflasi inti dan inflasi utama berada di kisaran 1,5 persen hingga 2,5 persen, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya di level 1,0 persen hingga 2,0 persen.

Revisi ini mencerminkan tekanan harga yang masih bertahan, terutama dari faktor eksternal seperti energi dan perdagangan global.

MAS perketat kebijakan moneter lewat S$NEER

Untuk merespons kondisi tersebut, MAS memperketat kebijakan moneter melalui penguatan nilai tukar dolar Singapura (S$NEER). Bank sentral mempercepat laju apresiasi mata uang tanpa mengubah batas atas maupun bawah kebijakan yang berlaku.

Baca Juga :  Saham Apple melonjak didorong Lonjakan iPhone 17 dan Kinerja Q2 Kuat

Langkah ini bertujuan menekan inflasi impor dan menjaga stabilitas harga di pasar domestik.

Ekonom menilai langkah masih terkendali

Para ekonom menilai kebijakan MAS masih berada dalam kategori moderat. Mereka melihat bank sentral tidak menghadapi tekanan inflasi yang ekstrem, tetapi tetap mengambil langkah pencegahan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Prospek ekonomi masih dibayangi ketidakpastian global

Ke depan, Singapura masih menghadapi ketidakpastian ekonomi global, terutama terkait harga energi dan kondisi perdagangan internasional. Pemerintah dan bank sentral terus memantau perkembangan ekonomi dan menyesuaikan kebijakan agar pertumbuhan tetap seimbang dengan stabilitas harga.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Film Colony Kuasai Box Office Korea, Tembus 1,2 Juta Tiket
Arsenal Akhiri Dominasi City dan Rebut Gelar Liga Inggris
Bayern Kejar Gelar Ganda di Final Piala Jerman
Ringgit Malaysia Makin Kuat, Ini Penyebabnya
Thailand Tekan Pajak Mobil Listrik Impor untuk Lindungi Industri Lokal
Wall Street Bergerak Campuran di Tengah Tekanan Inflasi dan Geopolitik
Alex Marquez Cedera Serius Usai Insiden Keras di GP Catalunya 2026
Malaysia Protes Norwegia usai Pembatalan Pengiriman Rudal Angkatan Laut
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 22:00 WIB

Film Colony Kuasai Box Office Korea, Tembus 1,2 Juta Tiket

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00 WIB

Arsenal Akhiri Dominasi City dan Rebut Gelar Liga Inggris

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:00 WIB

Bayern Kejar Gelar Ganda di Final Piala Jerman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:00 WIB

Ringgit Malaysia Makin Kuat, Ini Penyebabnya

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:00 WIB

Thailand Tekan Pajak Mobil Listrik Impor untuk Lindungi Industri Lokal

Berita Terbaru