Terpidana Korupsi PJU Kerinci Kembalikan Rp2,7 Miliar, 10 Orang Sudah Lunasi Kerugian Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

10 terpidana korupsi PJU Kerinci mengembalikan Rp2,7 miliar kerugian negara.( poto : tribunjambi.com )

10 terpidana korupsi PJU Kerinci mengembalikan Rp2,7 miliar kerugian negara.( poto : tribunjambi.com )

Kerinci, oegopost.id – Sebanyak 10 terpidana kasus korupsi PJU Kerinci 2023 telah mengembalikan kerugian negara. Total uang yang mereka setorkan mencapai Rp2.740.348.901,18.

Kasus ini berkaitan dengan proyek pengadaan penerangan jalan umum di Kabupaten Kerinci, Jambi. Negara mengalami kerugian Rp2,7 miliar dari total anggaran Rp5 miliar.

Dinas Perhubungan Kerinci mengelola proyek PJU pada tahun anggaran 2023. Pemerintah mengalokasikan dana Rp3 miliar dari DPA murni.

Kemudian, pemerintah menambah anggaran Rp2 miliar dari APBD Perubahan. Dalam pelaksanaan proyek, penyimpangan terjadi dan menimbulkan kerugian negara.

Pembayaran Uang Pengganti Diselesaikan

Pada Juni 2026, seluruh terpidana menyelesaikan pembayaran uang pengganti. Mereka mengikuti putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Pembayaran ini menutup kewajiban pemulihan kerugian negara. Namun, hukuman pidana tetap berjalan sesuai putusan hakim.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi menjatuhkan vonis pada Selasa, 7 April 2026 malam. Majelis hakim memutuskan hukuman berbeda untuk setiap terdakwa.

Baca Juga :  Jaksa Tuntut Empat Terdakwa Korupsi DAK SMK Jambi, Negara Rugi Rp21,8 Miliar

Kasus ini melibatkan pejabat daerah, ASN, dan pihak swasta. Semua pihak terbukti terlibat dalam proyek PJU Kerinci.

Heri Cipta sebagai pengguna anggaran menerima hukuman 1 tahun 8 bulan penjara. Ia juga membayar denda Rp100 juta.

Selain itu, ia wajib membayar uang pengganti Rp337 juta. Jika tidak dibayar, ia menjalani kurungan tambahan.

Nel Edwin mendapat hukuman 1 tahun 6 bulan penjara. Ia juga membayar denda Rp100 juta dan uang pengganti Rp220 juta.

Vonis untuk Pihak Swasta dan ASN Lain

Beberapa direktur perusahaan ikut menerima hukuman. Di antaranya:

Sarpano Markis, Gunawan, Amri Nurman, dan Fahmi.

Mereka mendapat hukuman 1 tahun 2 bulan penjara. Mereka juga membayar denda Rp100 juta serta uang pengganti sesuai putusan.

ASN lain seperti Helpi Apriadi dan Reki Eka Fictoni juga menerima hukuman serupa.

Baca Juga :  Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Suap Bea Cukai, KPK: Belum Ada Keterkaitan Pidana

Jefron menerima uang pengganti Rp605 juta, salah satu yang terbesar dalam perkara ini.

Satu Terdakwa Tidak Nikmati Hasil Korupsi

Yuses Alkadira Mitas juga di jatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan penjara. Ia dikenai denda Rp100 juta.

Namun, pengadilan menyatakan ia tidak menikmati hasil korupsi. Karena itu, ia tidak wajib membayar uang pengganti.

Seluruh terpidana telah melunasi uang pengganti kerugian negara. Nilai totalnya sesuai dengan hasil audit kasus.

Meski begitu, proses hukum tetap berjalan. Para terpidana tetap harus menjalani hukuman penjara sesuai putusan.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan banyak pihak. Proyek infrastruktur daerah kembali menunjukkan lemahnya pengawasan anggaran.

Penegakan hukum berjalan hingga tahap pemulihan aset. Namun, dampak hukum tetap melekat pada seluruh terpidana.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Sapi Muaro Jambi: Kasus 2024 Diusut, Dana 2025 Naik
Pungut Fee Miliaran, 7 Pejabat BBPJN Sumut Masuk Rutan KPK
Walpri Gubernur Kaltim Diperiksa Usai Kasus Dorong Mahasiswa
Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI
Buron Kasus Umrah Fiktif Jambi Ditangkap Polisi di Temanggung
Dugaan Mangkir Nusron Wahid ke Luar Negeri Picu Rencana Jemput Paksa KPK
Kasus Polisi Tembak Polisi di Tangsel Tewaskan Personel, Komisi III DPR dan Kompolnas Desak Evaluasi Total
Dua Polisi Jambi Dipecat Buntut Kasus Penipuan Rekrutmen Bintara
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Proyek Sapi Muaro Jambi: Kasus 2024 Diusut, Dana 2025 Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:26 WIB

Pungut Fee Miliaran, 7 Pejabat BBPJN Sumut Masuk Rutan KPK

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Walpri Gubernur Kaltim Diperiksa Usai Kasus Dorong Mahasiswa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, KPK Surati Panglima TNI

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Buron Kasus Umrah Fiktif Jambi Ditangkap Polisi di Temanggung

Berita Terbaru

Gulai Keladi.(poto: youtube Alzam UA).

Daerah

Resep Gulai Keladi Khas Kerinci yang Gurih

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:45 WIB

Ilustrasi Dirut Bank BSN Alex Sofjan Noor mengisi kuliah umum perbankan syariah di UINSU Medan.(poto: AI).

Ekonomi

Pangsa Pasar Bank Syariah RI Masih 7,36 Persen, Ini Pemicunya

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:30 WIB

Kapolda Jambi Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Huda, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, pada Sabtu (24/10/2026).(poto: tribratanews.jambi.polri.go.id).

Daerah

Subuh Keliling di Jambi, Kapolda Ingatkan Narkoba Vape

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:23 WIB