Shrinkflation Kenaikan Harga Plastik Picu Pengurangan Isi Produk

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

shrinkflation kenaikan harga plastik mendorong produsen mengurangi isi produk tanpa menaikkan harga jual ke konsumen.( Poto : dok.industri kontan )

shrinkflation kenaikan harga plastik mendorong produsen mengurangi isi produk tanpa menaikkan harga jual ke konsumen.( Poto : dok.industri kontan )

Jakarta, oegopost.id – Ekonom menyoroti shrinkflation kenaikan harga plastik yang mulai berdampak pada industri barang konsumsi. Kondisi ini mendorong produsen mengurangi isi produk untuk menekan biaya produksi tanpa menaikkan harga jual secara langsung.  Produsen menghadapi peningkatan biaya kemasan sehingga mereka mencari cara untuk menjaga margin keuntungan tetap stabil. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi produksi agar tetap kompetitif di pasar.

Perusahaan Mengurangi Isi Produk Tanpa Naikkan Harga

Sejumlah perusahaan mulai mempertimbangkan strategi shrinkflation sebagai respons terhadap tekanan biaya. Mereka mengurangi ukuran atau isi produk, tetapi tetap mempertahankan harga jual di tingkat yang sama. Perusahaan melakukan langkah ini untuk mencegah konsumen langsung merasakan kenaikan harga di etalase.

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Naik di 224 Daerah, Tembus Rp60 Ribu per Liter

Konsumen berpotensi menerima produk dengan ukuran lebih kecil tanpa perubahan harga yang signifikan. Situasi ini membuat daya beli masyarakat tertekan secara tidak langsung karena nilai barang yang dibeli menjadi lebih rendah. Banyak konsumen tidak segera menyadari perubahan tersebut karena harga terlihat stabil.

Ekonom Minta Pemerintah Awasi Dampak Inflasi Terselubung

Ekonom meminta pemerintah dan pelaku industri memperhatikan dampak shrinkflation terhadap inflasi terselubung. Mereka menilai fenomena ini dapat memengaruhi transparansi harga di pasar dan merugikan konsumen dalam jangka panjang. Pengawasan diperlukan agar perubahan biaya produksi tidak sepenuhnya dialihkan ke konsumen secara tidak terlihat.

Baca Juga :  Firman Soebagyo Ingatkan Kebijakan Pemerintah, Swasta Dinilai Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kenaikan harga plastik tidak hanya memicu kenaikan biaya industri, tetapi juga mendorong perubahan strategi produksi. Produsen aktif menyesuaikan ukuran produk, sementara konsumen berpotensi menerima dampak berupa penurunan isi barang tanpa perubahan harga yang jelas.***

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPW IAEI Jambi 2026–2031 Resmi Dilantik, Al Haris Dorong Ekonomi Syariah
Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Juni 2026: Dexlite Turun, Pertamax Turbo Naik
123 PKS Langgar Aturan Harga Sawit, Pemerintah Siap Cabut Izin
Trafik Tol Betung–Tempino–Jambi Turun 7,44 Persen, JTTS Tetap Tumbuh Saat Libur Panjang 2026
Dollar AS Diburu Saat Rupiah Melemah, Money Changer Pastikan Stok Tetap Aman
Rupiah Dekati Rp17.900, Begini Cara ESDM Menjaga Harga BBM Subsidi Tetap Stabil
Cara Dapat Uang dari TikTok Ramai Dicari, Ini yang Paling Banyak Dipelajari
Harga TBS Sawit Dipangkas di Lapangan, 139 PKS Disorot Pengamat
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:00 WIB

DPW IAEI Jambi 2026–2031 Resmi Dilantik, Al Haris Dorong Ekonomi Syariah

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:26 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Juni 2026: Dexlite Turun, Pertamax Turbo Naik

Senin, 1 Juni 2026 - 17:00 WIB

123 PKS Langgar Aturan Harga Sawit, Pemerintah Siap Cabut Izin

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00 WIB

Trafik Tol Betung–Tempino–Jambi Turun 7,44 Persen, JTTS Tetap Tumbuh Saat Libur Panjang 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

Dollar AS Diburu Saat Rupiah Melemah, Money Changer Pastikan Stok Tetap Aman

Berita Terbaru