Sengketa Lahan 360 Hektar di Sungai Gelam Masih Berlanjut, Warga Minta Kepastian Hukum

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengketa lahan seluas 360 hektar di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, terus berlanjut. Warga meminta kepastian hukum.( Poto : jambi-independent.co.id ).

Sengketa lahan seluas 360 hektar di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, terus berlanjut. Warga meminta kepastian hukum.( Poto : jambi-independent.co.id ).

Muaro Jambi, oegopost.id – Sengketa lahan seluas sekitar 360 hektar di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi kembali memanas. Warga menyatakan mereka sudah mengelola lahan itu sejak awal 2000-an.

Perwakilan warga, Anhar, mengatakan kelompok tani bekerja sama dengan PT MKI (Muara Kahuripan Indonesia).

Mereka juga melakukan penanaman perdana pada 2003. Kegiatan itu dihadiri pemerintah daerah saat itu.

Warga menilai tidak ada penetapan kawasan hutan pada masa awal pengelolaan. Mereka tetap menggarap lahan dengan dasar kerja sama lama.

Status Hutan Produksi Picu Perubahan Situasi

Situasi berubah pada akhir 2014. Pemerintah menetapkan area tersebut sebagai kawasan hutan produksi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Baca Juga :  Rektor UIN Jambi Dilantik Jadi Ketua Dewan Hakim STQH Muaro Jambi 2026

Pada 2016, Dinas Kehutanan meminta warga mengurus legalitas ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Warga kemudian mulai menyiapkan dokumen.

Namun warga menemukan pengajuan izin lain di lokasi yang sama. Koperasi Bersatu Arah Maju mengurus izin untuk area lebih luas, sekitar 691 hektar. Warga menilai sebagian lahan mereka ikut masuk dalam izin tersebut.

Izin HKM Picu Ketegangan di Lapangan

Ketegangan meningkat setelah terbit izin Hutan Kemasyarakatan (HKM).

Selain itu, izin tersebut juga melibatkan anggota Kelompok Tani Karya Makmur. Dengan demikian, muncul perbedaan klaim di antara pihak-pihak yang selama ini mengelola lahan tersebut.

Warga menilai izin tersebut tidak memperhatikan sejarah pengelolaan lahan. Mereka tetap bertahan di lokasi. Mereka mengaku memiliki bukti sporadik dan riwayat pengelolaan.

Baca Juga :  Tawuran Gangster Muaro Jambi Tewaskan Satu Pria, Polisi Selidiki Seluruh Pelaku

Anhar menyebut konflik mulai terasa pada 2018. Saat itu, izin HKM sudah berlaku di lapangan. Kondisi ini memicu perbedaan klaim antar pihak.

Warga Desak Pemerintah Turun Tangan

Warga sudah melapor ke DPRD Sungai Gelam, DPRD Provinsi, dan DPR RI dapil Jambi. Mereka meminta pemerintah mencari solusi cepat.

Anhar menegaskan warga ingin kepastian hukum yang jelas. Selain itu, mereka juga ingin konflik tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih besar.

Oleh karena itu, warga berharap pemerintah pusat dan daerah segera menyelesaikan sengketa ini secara terbuka dan adil.(ar)

Follow WhatsApp Channel oegopost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi
Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total
Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026
Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun
Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur
BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Kota Sungai Penuh Mundur November 2026
Kualitas Udara Jambi Masuk Kategori Berbahaya Usai AQI Tembus Angka 644
Wujud Kepedulian Pemimpin Daerah: Wako Alfin Serahkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Mahasiswa Tagih Realisasi Banpres dan Transparansi Penanganan Karhutla Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Warga Mengadu Langsung ke Wali Kota, Kinerja SKPD Sungai Penuh Didesak Evaluasi Total

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Pansel Umumkan Hasil Seleksi Terbuka JPT Pratama Kabupaten Kerinci 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Sukses Tata Layanan Dasar, Sungai Penuh Jadi Kiblat Transformasi Puskesmas Sarolangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kabut Asap Mengancam, Aliansi Mahasiswa Jambi Bersiap Geruduk Kantor Gubernur

Berita Terbaru